Usung Teknologi, Satuan Pendidikan Milik Yayasan Trisakti Bersiap Re-born

0

JAKARTA (Suara Karya): Satuan pendidikan dibawah Yayasan Trisakti saat ini tengah melakukan pembenahan di semua lini. Upaya itu dilakukan untuk mengejar digitalisasi pendidikan, yang akan dimulai tahun ini untuk masa depan.

“Enam perguruan tinggi dibawah Yayasan Trisakti akan re-born, yang tak hanya memiliki kualitas pendidikan terbaik tetapi juga mengedepankan teknologi,” kata Ketua Yayasan Beasiswa Trisakti, Julius Y Halim dalam acara lepas sambut bagi 100 penerima beasiswa yang digelar secara hybrid, Sabtu (22/1/22).

Julius berharap satuan pendidikan tinggi Trisakti tidak bisa lagi dikelola dengan cara biasa, jika ingin tetap berada di rangking terbaik perguruan tinggi di Indonesia. Teknologi pendidikan harus segera diadopsi agar mahasiswa bisa mendapat manfaat dari kemajuan tersebut.

“Satuan pendidikan Trisakti harus bergerak cepat, agar tak tertinggal dari kampus-kampus lain yang saat ini sedang berlomba-lomba memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran,” ujarnya.

Ia mengaku senang karena Yayasan Trisakti sudah mengadopsi Thinglink Finland. Platform tersebut memberi model pembelajaran digital yang lebih interaktif untuk para dosen dan mahasiswa di satuan pendidikan lingkup Yayasan Trisakti.

“Platform Thinglink juga memungkinkan untuk para dosen bergabung dalam riset dan inovasi yang dikembangkan negara pengguna Thinglink. Sehingga mereka bisa belajar bagaimana melakukan riset bersama peneliti luar negeri,” ujarnya.

Sebelumnya, penandatangan kerja sama dilakukan antara satuan pendidikan Yayasan Trisakti bersama CEO Thinglink Finland. Hadir dalam kesempatan itu, Duta Besar Finland Jari Sinkari.

Acara bertajuk ‘Bakti Trisakti Membangun Negeri’ itu juga menggelar talkshow interaktif, dengan pembicara antara lain, tokoh nasional Dahlan Iskan, Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun, alumni Trisakti yang juga penerima beasiswa S2 dari Tsinghua University, Beijing, Jimmy Susanto serta santri Situbondo penerima beasiswa S1, S2 dan S3 dari Tiongkok, Novi Basuki.

Acara tersebut, diharapkan Julius, bisa menambah wawasan kepada generasi muda untuk terus bergiat menjawab tantangan kedepan melalui pendidikan, pengembangan karakter yang baik dan sikap toleransi untuk mau berkolaborasi.

Yayasan Beasiswa Trisakti juga mengajak seluruh insan peduli pendidikan untuk bergabung bersama lewat peluncuran program Trisakti Peduli Pendidikan dengan 100 laptop. Laptop tersebut bisa dicicil sebesar Rp150 per bulan, tanpa bunga dan tanpa uang muka.

“Laptop tidak diberikan gratis, tetapi dicicil tanpa bunga agar mereka memiliki tanggung jawab. Dana yang terkumpul juga bisa dibelikan laptop untuk mahasiswa lainnya. Sehingga makin banyak mahasiswa yang memilili laptop dengan mudah dan murah,” tuturnya.

Salah satu penerima beasiswa Yayasan Trisakti, Sri Nastiti yang saat ini kuliah program studi pengelolaan perhotelan STP Trisakti merasa bersyukur dan bangga menerima beasiswa. Sebagai anak petani dari Lamongan, beasiswa itu merupakan berkah bagi Nastiti yg pernah meraih juara LKS Nasional dan berbagai prestasi lain.

Acara terselenggara atas kolaborasi bersama satuan pendidikan di lingkup Yayasan Trisakti, kelompok musik Kolintang Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti dengan Musik Tradisonal Tiongkok dari Sekolah Musik Mitadomus dan Yayasan Tzu Chi Indonesia. (Tri Wahyuni)