Vaksin Merah Putih Buatan Anak Bangsa Siap Diproduksi Massal

0

JAKARTA (Suara Karya): Vaksin Merah Putih buatan anak bangsa untuk pencegahan covid-19 siap diproduksi massal. Bibit vaksin tersebut telah diserahkan secara resmi oleh Universitas Airlangga kepada produsen vaksin, PT Biotis Pharmaceutical Indonesia.

Serah terima bibit vaksin dilakukan Rektor Univesitas Airlangga, Muhammad Nasih kepada Direktur PT Biotis, FX Sudirman di Aula Kampus Gedung Garuda Mukti, Surabaya, Selasa (9/11/21).

Hadir dalam kesempatan itu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Airlangga, Prof Hatta Ali dan jajaran pimpinan di kampus Universitas Airlangga.

Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya, mengaku bangga atas prestasi Universitas Airlangga karena berhasil membuat bibit vaksin covid-19 di dalam negeri.

Sebagai informasi, vaksin Merah Putih berhasil dikembangkan peneliti Indonesia untuk memenuhi kebutuhan vaksin covid-19 di Tanah Air. Dan Universitas Airlangga merupakan salah satu anggota konsorsium pengembangan vaksin dengan platform ‘inactivated’ virus tersebut.

Sama seperti vaksin covid-19 lainnya, bibit vaksin Metah Putih telah melalui uji praklinis tahap 1, 2 dan 3 kepada hewan dengan hasil yang aman dan baik. Bibit vaksin itu juga telah uji klinis tahap 1 pada 100 orang, tahap 2 pada Januari 2021 pada 400 orang dan tahap akhir pada Februari 2021 bagi sekitar 1000 orang.

“Vaksin ini sudah lulus uji praklinis ke hewan. Untuk manusia, uji klinis dilakukan tahun ini untuk mengukur keamanannya,” tutur Menkes.

Tak hanya memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri, Menkes berharap bibit vaksin Merah Putih nantinya bisa dikembangkan sebagai vaksin booster atau tambahan dan vaksin bagi anak-anak usia 5-12 tahun.

“Karena saat ini, baru ada satu vaksin untuk anak usia 5-12 tahun. Padahal ada 30 juta anak di Indonesia yang menjadi sasaran penerima vaksin cobid-19,” ucapnya.

Menkes menambahkan, keberhasilan Univeritas Airlangga dalam mengembangkan vaksin sendiri, merupakan tonggak sejarah dalam perkembangan sistem kesehatan Indonesia.

Ia ingin momentum baik ini dapat dimanfaatkan untuk peningkatan sarana dan prasaran, terutama fasilitas dan kompetensi pengembangan vaksin.

“Saya berharap Indonesia bisa menguasai teknologi, tak hanya berbasis dari teknologi virus, tetapi juga berbasis teknologi protein rekombinan maupun asam nukleat,” kata Menkes menandaskan. (Tri Wahyuni)