Virus Corona Sudah Jangkiti 10 Negara, Indonesia Tak Termasuk

0

JAKARTA (Suara Karya): Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemkes), Anung Sugihantono meminta masyarakat tak panik atas merebaknya virus corona jenis baru atau novelcoronavirus/2019-nCoV dari China dalam dua pekan terakhir ini. Karena, hingga kini kasusnya belum ditemukan di Indonesia.

Sementara itu, laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) hingga 26 Januari 2020 mencatat, virus corona telah menjangkiti penduduk di 10 negara, yang mana sebagian besar negara berada tak jauh dari Indonesia. Ke-10 negara itu adalah Jepang, Vietnam, Singapura, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Taiwan Hongkong, Australia dan Amerika Serikat.

Secara keseluruhan, WHO juga mencatat kasus virus corona yang terkonfirmasi di sejumlah negara berjumlah 2.014 kasus. Dari jumlah itu, ada 56 kematian yang keseluruhannya terjadi di China.

Anung menyebut 13 orang yang sedang menjalani observasi itu sebagai ‘people under observation’, bukan suspect (diduga). Mereka sedang dirawat di rumah sakit di Jakarta, Bandung dan Bali. Di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, dua orang yang semula diduga terjangkit virus corona, ternyata hanya terkena infeksi saluran pernapasan. Keduanya masih menjalani observasi.

Karena virus corona jenis baru ini belum ada obat maupun vaksinnya, Anung meminta pada masyarakat untuk tetap menjalani pola hidup sehat, agar daya tahan (imunitas) tubuh meningkat.

“Yang penting lindungi diri dari lingkungan orang yang sedang batuk. Pakai masker supaya tidak menulari virusnya. Jangan lupa cuci tangan dengan sabun sehabis dari buang air besar (BAB) atau akan makan,” ujarnya.

Ditanyakan virus corona apa ditularkan melalui makanan atau pakaian, mengingat banyak bahan pangan dan pakaian yang beredar di pasaran berasal dari China. Anung menegaskan, virus tidam menyebar melalui pakaian atau makanan.

Hal senada dikemukakan Direktur Pengendalian Penyakit Menular Kemkes, Wiendra Waworuntu. Katanya, hingga saat ini, makanan belum terbukti dapat menularkan virus corona. “Jika ingin makan unggas, pastikan dimasak matang,” ucapnya.

Upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan pengawasan terhadap masuknya virus corona, lanjut Anung, tersedianya 95 thermal scanner di 135 pintu masuk negara. Identifikasi daerah-daerah berisiko yang memiliki akses dari dan ke China.

Identifikasi dilakukan baik melalui jalur darat, laut, dan udara di 19 daerah, yakni Jakarta, Tangerang, Bandar Lampung, Padang, Tarakan, Balikpapan, Manokwari, Sampit, Bandung, Jambi, Tanjung Balai Karimun, dan Samarinda. Selain itu, ada Palembang, Tanjung Pinang, Denpasar, Surabaya, Batam, Bitung, serta Manado.

“Kamo siapkan logistik untuk mencegah masuknya virus corona, seperti thermal scanner, ADP, masker N95 dan Health Alert Card di 19 daerah tersebut,” kata Anung seraya menyebutkan nomor kontak layanan pusat krisis kesehatan di nomor 0215210411 dan 081212123119 jika ada pertanyaan terkait dengan virus corona. (Tri Wahyuni)