Wakil Ketua MPR: Trauma Korban Gempa Lombok Sudah Luar Biasa

0
Wakil ketua MPR, Hidayat Nur Wahid

JAKARTA (Suara Karya): Masyarakat Lombok yang mengungsi akibat gempa bumi yang terus terjadi akhir-akhir ini, dinilai sudah mengalami trauma yang luar biasa. Kondisi psikologis tersebut, harus ditangani secara cermat dan mendesak oleh pemerintah.

Pernyataan tersebut dikemukakan Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, kepada wartawan, di Kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/8).

Karenanya, dia mendesak agar pemerintah segera menetapkan gempa bumi di Lombok, sebagai bencana nasional.

“Lebih cepat lebih baguslah. Kita juga enggak tahu jangan-jangan nanti malam ada gempa lagi. Warga di sana mengatakan, jangankan 6,9, skala 4 saja mereka sudah sangat ketakutan, traumanya sudah sangat luar biasa,” ujar Hidayat menambahkan.

Politisi PKS ini juga mengkritik pemerintah yang lebih mengedepankan parawisata ketimbang peduli terhadap korban bencana gempa bumi.

“Sangat tak pantas kalau pemerintah menganggap penetapan bencana nasional akan mengganggu sektor pariwisata di Lombok. Masa hanya untuk kepentingan pariwisata ketimbang ribuan korban terluka, ratusan korban yang meninggal kemudian puluhan ribu rumah yang rusak,” kata Hidayat.

Dia berharap, pemerintah segera menunjukkan sikapnya terhadap korban gempa. “Kondisi psikologis jutaan masyarakat bisa terganggu kemudian hanya dikorbankan untuk kepentingan pariwisata yang dalam tanda kutip itu kepentingan asing malah,” ujarnya menambahkan

Hidayat pun menegaskan bahwa penetapan bencana nasional tidak akan mempengaruhi sektor pariwisata di Lombok.

Sebaliknya, menurut dia, dunia internasional akan semakin mengapresiasi langkah pemerintah dalam mengatasi situasi pasca-gempa dengan adanya penetapan bencana nasional.

“Mereka melihat Indonesia betul-betul aman, damai, hidup rukun sehingga terjadilah sebuah empati yang begitu luar biasa. Mungkin mereka malah semakin jatuh cinta dengan Indonesia, sekaligus membawa bantuan untuk warga terdampak gempa di Lombok,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan alasan Presiden Jokowi yang hingga kini belum menetapkan gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat sebagai bencana nasional.

Menurut dia, Presiden Jokowi khawatir pariwisata di Lombok dan sekitarnya akan terganggu jika statusnya naik ke bencana nasional.

“Kalau pakai terminologi bencana nasional, nanti travel warning, kan jadi repot,” kata Luhut, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/8). (Gan)