Wakil Rektor III Berikan Acungan Jempol Mahasiswa UNJ Ciptakan Buku Bicara Energi Matahari

0

JAKARTA (Suara Karya) : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UNJ, Dr. Abdul Sukur, S.Pd., M.Si. memberikan acungan jempol di tahun 2021, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menoreh prestasi cemerlang 6 tim yang mengikuti kegiatan PKM dinyatakan lulus pendanaan dari Dirjen Dikti.

Pada kegiatan ini mahasiswa diberikan pendanaan untuk merealisasikan gagasannya diberbagai bidang. Bidang yang ada pada kegiatan ini yaitu PKM Riset, PKM Kewirausahaan,PKM Karsa Cipta, PKM Pengabdian Masyarakat, PKM Penerapat IPTEK, PKM Artikel Ilmiah, PKM Gagasan Tertulis, PKM Gagasan Futuristik Konstruktif, dan PKM Karya Inovatif.

Adapun tim PKM Karsa Cipta meluncurkan gagasannya melalui
Buku Bicara Energi Matahari untuk pembelajaran siswa di Daerah
Terdepan, Tertinggal, dan Terluar (3T). Dengan harapan, memberikan sebuah alternatif permasalahan terkait pembelajaran di daerah tersebut agar siswanya dapat belajar lebih baik.

Di daerah 3 T katanya, bidang pendidikan, selain banyaknya kondisi sekolah yang tidak memadai karena akses terbatas, juga tidak meratanya pembangunan sekolah yang mendorong ketidakefektifan dalam belajar.

Seperti halnya, jumlah sekolah yang terbatas, menyebabkan kondisi kelas harus diisi dengan kapasitas peserta didik yang berlebihan. Begitu juga kualitas bahan ajar dan media pembelajaran yang tidak menjawab kebutuhan pada setiap jenjangnya.

Seiring dengan perkembangan zaman, ternyata pendidikan di daerah 3T tidak mengalami kemajuan yang signifikan. Kondisi pandemi seperti yang sedang terjadi saat ini justru turut menambah daftar panjang kendala pendidikan yang terdapat di daerah 3T.

Melalui semua kendala itu paparnya,
dibutuhkan solusi dan alternatif pemecahan masalah. Salah satunya dengan karya tim PKM-KC Universitas Negeri Jakarta dengan “Buku Bicara Energi Matahari”.

Menurut Dosen pembimbing pembuatan Buku Bicara Energi Matahari Dr. Riyan Arthur, M.Pd. buku yang diluncurkan anak didiknya
menggunakan tenaga yang berasal dari alam kemudian dirubah oleh panel surya mini. Penggunaan panel surya mini disesuaikan dengan keadaan di daerah 3T yang memiliki daya listrik yang terbatas. Hal tersebut menjadi efisien karena dapat diputar dimana saja selagi ada cahaya matahari.

Buku bicara energi matahari katanya, merupakan terobosan yang efektif. Sebab berdasarkan penelitian, pembelajaran di daerah 3T lebih banyak dilakukan secara teacher center learning atau hanya berpaku pada penjelasan guru sehingga daya kreasi, imajinasi, dan cara belajar peserta didik kurang berkembang maksimal.

Selain itu, materi yang dibahas dalam buku bicara ini adalah mengenai perkayuan yang mana bertujuan untuk pengembangan potensi lokal. Dengan harapan, agar peserta didik di daerah 3T dapat mengelola kekayaan alam daerahnya sendiri.

Begitu juga diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih baik untuk peserta didik di daerah 3T. Dengan begitu dapat menigkatkan kualitas pendidikan dan membantu meringankan permasalahan pendidikan yang ada. Diharapkan pembelajaran menggunakan Buku Bicara Energi Matahari yang diciptakan mahasiswa UNJ terus berkembang dan manfaatnya semakin besar untuk mencerdaskan siswa di daerah 3 T. (Warso)