Wamenkes: Zat Berbahaya Bukan Paracetamol, Tapi Etilen Glikol!

0

JAKARTA (Suara Karya): Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), dr Dante Saksono Harbuwono menegaskan, paracetamol aman dikonsumsi. Yang berbahaya adalah kandungan etilen glikol dalam obat paracetamol berbentuk sirup.

“Pemerintah telah melarang penggunaan obat paracetamol dalam bentuk sirup karena diindentifikasi mengandung etilen glikol,” katanya.

Pernyataan dr Dante disampaikan usai membuka Hospital Expo yang diselenggarakan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), di Jakarta, Rabu (19/10/22).

Dante menambahkan, obat-obatan tersebut saat ini sedang pengujian lebih lanjut untuk melihat keterkaitannya dengan kasus gagal ginjal akut pada anak.

“Selama proses pengujian obat, kami minta masyarakat tak lagi konsumsi obat paracetamol dalam bentuk sirup,” ucapnya.

Jika butuh obat paracetamol, ia mengusulkan agar berobat ke dokter guna dapat obat racikan. Karena masih ada obat paracetamol tanpa kandungan zat etilen glikol di pasaran.

Seperti diberitakan, jumlah kasus gagal ginjal akut progresif atipikal atau Acute Kidney Injury (AKI) di Indonesia terus melonjak. Kementerian Kesehatan mencatat hingga Selasa (18/10/22) tercatat ada 206 kasus yang dilaporkan di 20 provinsi, dan 99 pasien diantaranya meninggal dunia.

Secara umum, angka kematian gangguan ginjal akut itu mencapai 48 persen. Khusus untuk kasus di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, sebagai rumah sakit rujukan nasional untuk ginjal, angka kematiannya telah mencapai 65 persen.

Menurut Juru Bicara Kemkes, dr Mohammad Syahril, hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada bukti hubungan kejadian gangguan ginjal akut dengan vaksin covid-19 maupun inveksi covid-19.

Karen kasus gagal ginjal utamanya menyerang anak di bawah usia 5 tahun. Sedangkan program vaksinasi covid baru tersedia untuk anak diatas usia 5 tahun.

Dugaan sementara, kesakitan itu berkaitan dengan komponen atau senyawa dalam obat sirup yang dikonsumsi anak. Dalam pemeriksaan ada sisa sampel obat yang dikonsumsi pasien, yang berpotensi menimbulkan gangguan ginjal akut. (Tri Wahyuni)