Warek UPNVJ: Pembubaran Girigahana Sudah Lewati Proses Panjang!

0

JAKARTA (Suara Karya): Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) Ria Maria menegaskan, pembubaran Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam Girigahana melalui proses dan dinamika yang cukup panjang.

“Ada sejumlah masalah di Girigahana sebelum Rektor memutuskan untuk membubarkan Girigahana, mulai dari perundungan, kekerasan fisik yang dilaporkan orangtua hingga temuan benda yang melanggar hukum di ruang sekretariat,” kata Ria secara tertulis di Jakarta, Sabtu (29/10/22).

Perundungan dan kekerasan fisik dalam kegiatan Girigahana, lanjut Ria, dilaporkan orangtua mahasiswa pada 15 Oktober 2021. Karena saat kampus melarang seluruh kegiatan kemahasiswaan secara luring, namun Girigahana tetap melakukan kegiatan di luar kampus.

UPNVJ membatasi kegiatan kemahasiswaan secara luring di kampus, karena saat itu kasus penularan covid-19 masih cukup tinggi. Hal itu sesuai kebijakan pemerintah untuk pembatasan kegiatan masyarakat.

“Meski ada kebijakan itu, Girihana tetap melakukan kegiatan luring di salah satu rumah anggotanya yang lokasinya tak jauh dari kampus. Beberapa mahasiswa bahkan dijemput paksa dari rumahnya agar hadir dalam kegiatan,” ujarnya.

Pada 13-17 Oktober 2021, Girigahana mengadakan kegiatan di Gunung Salak, Bogor tanpa seizin Rektorat. Badan Pengurus Harian Girigahana mengirim surat permohonan izin kepada orangtua anggota muda Girigahana yang ditandatangani ketua umum dan sekretaris, tanpa sepengetahuan Rektorat.

Mahasiswa yang enggan mengikuti kegiatan itu, lanjut Ria, atau mereka yang memiliki keinginan keluar dari Girigahana mendapat intimidasi baik secara mental maupun fisik. Atas laporan orangtua mahasiswa, Rektorat kemudian melakukan pemeriksaan dan penanganan.

Dari pemeriksaan itu ditemukan sejumlah bukti bahwa terjadi perundungan, kekerasan fisik, dan kegiatan yang dilakukan tanpa seizin Rektorat.

Rektor akhirnya memutuskan untuk membekukan Girigahana melalui Keputusan Rektor Nomor 1684/UN61.0/HK.02/2021 tentang Penghentian Sementara Kegiatan UKM Girigahana UPNVJ pada 3 Desember 2021. Pembekuan itu dilakukan untuk pembinaan sekaligus perlindungan terhadap mahasiswa yang menjadi anggota Girigahana.

“Sebagaimana kelompok pecinta alam lainnya, kami memahami keanggotaan mereka seumur hidup. Meski sudah lulus dari UPNVJ, tetap menjadi anggota. Karena itu, kami juga minta kepada anggota Girigahana alumni UPNVJ untuk ikut membantu pembinaan tersebut,” kata Ria.

Saat pembekuan untuk pembinaan tersebut, menurut Ria, Girigahana melalukan pelanggaran yang lebih berat. Hal itu bermula ketika polisi datang ke kampus Pondok Labu pada 17 Maret 2022 untuk pengembangan kasus, setelah penangkapan alumni UPNVJ yang pernah menjadi ketua Girigahana namun dipecat lantaran pemalsuan tanda tangan.

“Didampingi petugas keamanan UPNVJ, polisi menemukan benda yang melanggar hukum di dalam Sekretariat Girigahana,” katanya.

Temuan benda terlarang itu kemudian ditangani kepolisian, sementara pihak Rektorat yang mendapat laporan akhirnya ikut melakukan pemeriksaan dan penanganan secara internal.

Benda terlarang itu diketahui milik anggota yang sudah menjadi alumni UPNVJ. Temuan itu merupakan pelanggaran berat dan dikhawatirkan berdampak kepada mahasiswa yang menjadi anggota baru Girigahana.

“Benda terlarang itu ditemukan dalam jumlah tak sedikit. Diduga benda tersebut tak hanya digunakan sendiri, tetapi juga mungkin akan diedarkan. Karena itu, Rektorat memutuskan pembubaran Girigahana pada 29 September 2022,” tutur Ria.

Pembubaran Girigahana tertuang dalam Keputusan Rektor Nomor 1372/UN61.0/HK.02/2022 tentang Pembubaran Unit Kegiatan Mahasiswa Girigahana Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Keputusan Rektor juga melarang segala bentuk kegiatan yang dilakukan terafiliasi dengan Girigahana baik di dalam maupun luar kampus.

Ria berharap seluruh pihak bisa memahami keputusan Rektor atas membubarkan Girigahana. Rektorat menyadari Girigahana merupakan unit kegiatan mahasiswa yang sudah lama dan memiliki cukup banyak kontribusi bagi UPNVJ.

Namun, rentetan pelanggaran yang dilakukan anggota, baik yang masih berstatus sebagai mahasiswa maupun alumni membuat Rektor harus mengambil sikap tegas untuk membubarkan Girigahana.

“Pembubaran itu dilakukan untuk melindungi mahasiswa UPNVJ dari dampak buruk yang dapat terjadi atas sejumlah pelanggaran tersebut. Hal itu tidak bertentangan dengan kebijakan Kampus Merdeka yang diluncurkan Kemdikbudristek,” kata Ria menandaskan. (Tri Wahyuni)