Warga Lebak Diimbau Waspadi Penyakit Pada Musim Hujan

0
Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullah.

LEBAK (Suara Karya): Masyarakat Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, diimbau mewaspadai penyebaran penyakit musim hujan guna tidak menjadi kejadian luar biasa (KLB).

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullah di Lebak, Sabtu (15/12/2018), mengatakan, untuk mencegah penyakit musim hujan diantaranya warga dapat membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Potensi penyakit menular cukup berpeluang pada musim hujan, seperti demam berdarah dengue (DBD), diare, penyakit kulit dan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

Nanun, sejauh ini, masyarakat yang terserang penyakit menular belum menonjol, seperti DBD, gatal-gatal, diare dan ISPA.

“Kami yakin melalui PHBS dapat mencegah penyebaran penyakit menular,” katanya menjelaskan.

Selain PHBS, kata dia, juga tidak merokok, mencuci tangan sebelum makan dan menjaga kebersihan lingkungan.

Selain itu juga menjaga stamina tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan bervitamin untuk mencegah serangan penyakit.

Saat ini, potensi populasi nyamuk aedes aegypti sebagai penular virus DBD sangat berkembangbiak karena curah hujan cenderung meningkat.

Penyebaran DBD itu tentu adanya populasi nyamuk, sehingga perlu dioptimalkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui 3 M ( mengubur, menguras dan menutup) barang-barang bekas.

Disamping itu juga masyarakat tidak buang air besar (BAB) di sembarangan tempat karena berpotensi penyakit diare.

“Kami minta warga agar menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah penyebaran penyakit menular,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Kolelet Wetan Rangkasbitung Hj Hasanah mengajak masyarakat meningkatkan kebersihan lingkungan dan PHBS untuk mencegah penyakit menular karena curah hujan tinggi dipastikan muncul penyakit DBD dan penyakit kulit.

“Kami minta petugas mengoptimalkan sosialisasi dan penyuluhan guna mencegah penyakit menular akibat curah hujan tinggi,” katanya menjelaskan. (Wisnu Bangun)