Waspadalah, 1 dari 100 Pria Berpeluang Terkena Kanker Prostat

0
dokter spesialis urologi Siloam Hospitals Kebon Jeruk dr Marto Sugiono, SpU. (surakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Satu dari 100 pria di Indonesia berpotensi terkena kanker prostat. Karena itu, pentingnya melakukan skrining rutin guna terhindar dari penyakit tersebut.

“Kanker prostat tergolong silent killer atau pembunuh diam-diam. Karena gejala gejala baru dirasakan, setelah kanker masuk stadium akhir,” kata dokter spesialis urologi Siloam Hospitals Kebon Jeruk dr Marto Sugiono, SpU dalam diskusi media secara virtual, Selasa (16/2/2021).

Dijelaskan, kanker prostat merupakan tumor ganas yang tumbuh dalam kelenjar prostat. Penyakit tersebut menyerang pria tanpa memandang usia. Kanker prostat menjadi salah satu penyebab kematian pada pria.

“Karena itu, penting bagi para pria untuk berhati-hati terutama mereka yang punya faktor risiko tertentu, seperti riwayat keluarga, ras dan usia,” ujar dr Marto seraya menyebut salah satu cara terhindar dari kanker prostat adalah pola hidup sehat dan deteksi dini.

Ditambahkan, upaya deteksi dini dapat dilakukan lewat skrining rutin. Dengan demikian, keberadaan kanker prostat dapat diketahui lebih awal. Lewat penanganan yang lebih cepat dan tepat, maka peluang untuk sembuh semakin besar.

“Skrining rutin kanker prostat di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, biasanya dilakukan lewat prosedur pemeriksaan Prostate Specific Antigen (PSA) dalam darah,” ujarnya.

Setelah itu, lanjut dr Marto, dilakukan pemeriksaan Digital Rectal Exam (DRE) atau lebih dikenal dengan istilah colok dubur. Jika kadar PSA tinggi dan prostat membesar, pasien perlu perhatian lebih karena dicurigai sebagai kanker prostat.

“Untuk diagnosis lebih pasti, dokter akan melakukan pemeriksaan biopsi untuk mengetahui apakah itu kanker atau tidak,” ucapnya.

Rangkaian pemeriksaan tersebut, menurut dr Marto dilakukan guna mendeteksi secara akurat dan tepat keberadaan sel kanker prostat. Sehingga pertumbuhan sel kanker dapat diketahui lebih dini dan tidak menyebar semakin luas.

Dalam penanganan kanker prostat, Siloam Hospitals Kebon Jeruk tak hanya menyediakan layanan pencegahan berupa skrining kanker prostat, tetapi juga pengobatan.

“Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki layanan kemoterapi komprehensif dan profesional untuk membantu perawatan para pasien kanker prostat yang butuh tindakan medis hingga pemulihan,” tuturnya.

Dengan dibukanya layanan kemoterapi ini, lanjut dr Marto, diharapkan Siloam Hospitals Kebon Jeruk dapat berperan dalam mengurangi angka kematian karena kanker. Upaya itu sekaligus memberi pengobatan optimal bagi pasien kanker prostat maupun kasus kanker lainnya. (Tri Wahyuni)