Waspadalah, Ini 6 Klaster Utama Penularan Covid-19 di Jakarta

0

JAKARTA (Suara Karya): Pusat Krisis Kesehatan, Kementerian Kesehatan menyebut ada 6 klaster utama penularan corona virus disease (covid-19) di DKI Jakarta. Untuk itu, masyarakat diingatkan untuk tetap menjaga protokol kesehatan.

Disebutkan, terbanyak ada pada klaster perkantoran yaitu 2.323 kasus, klaster pasar sebanyak 622 kasus, klaster asrama/pondok pesantren/panti asuhan sebanyak 228 kasus, klaster aktivitas keagamaan 186 kasus, klaster rumah tahanan (rutan) sebanyak 77 kasus serta klaster sekolah sebanyak 19 kasus.

Tentang total kasus positif covid-19 pada Selasa (15/9/20), disebutkan angkanya telah mencapai 225.030 orang. Dibanding sebelumnya, kenaikan kasus hari ini terbilang sangat tinggi, yaitu mencapai 3.507 orang!

Untuk kematian akibat covid-19 hari ini merupakan yang tertinggi. Kenaikannya mencapai 124 orang, dari 8.841 menjadi 8.965 orang. Sementara jumlah pasien yang sembuh hari ini juga terbilang cukup banyak mencapai 2.660 orang dari sebelumnya 158.405 menjadi 161.065 orang.

Kasus covid di tingkat dunia, dilaporkan masih tinggi. Total pasien positif hari ini mencapai 29.281.638 kasus. Dengan demikian, ada kenaikan 273.668 kasus dibanding kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, juru bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19), Wiku Adisasmito dalam konferensi pers menyatakan, Satgas tak lagi mengumumkan data harian perkembangan kasus covid-19. Update kasus harian bisa dilihat di portal www.covid19.go.id.

Kementerian Kesehatan juga mengganti istilah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dengan sebutan suspek. Hari ini ada kenaikan kasus suspek dibanding kemarin sebanyak 792 kasus dari 98.842 menjadi 99.634 kasus. Sedangkan istilah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) juga diganti menjadi spesimen. Dilaporkan, hari ini ada penurunan spesimen sebanyak 95 kasus, dari 22.606 menjadi 22.511 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus suspek belum menunjukkan gejala sakit, tetapi memiliki riwayat kontak dengan orang yang diduga positif covid-19. Sedangkan spesimen adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. Mereka juga sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

Disebutkan, kenaikan kasus baru covid-19 tidak tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia. Ada beberapa daerah memiliki kasus penambahan dengan jumlah sangat tinggi, tetapi ada beberapa daerah yang tidak ada satu pun penambahan kasus positifnya.

Hari ini ada 17 provinsi yang melaporkan kasus positifnya cukup tinggi, dimana kenaikan pasien diatas 50 kasus. Mereka adalah DKI Jakarta 1.076 kasus, Jawa Timur 378 kasus, Jawa Barat 347 kasus, Sumatera Utara 249 kasus, Jawa Tengah 198 kasus, Riau 145 kasus, Aceh 140 kasus dan Sumatera Barat 128 kasus.

Selain itu, ada Sulawesi Selatan 107 kasus, Kalimantan Selatan 77 kasus, Bali 68 kasus, Papua 65 kasus, Banten 62 kasus, Sulawesi Barat 58 kasus, Kalimantan Tengah 57 kasus, Papua Barat 51 kasus dan Kalimantan Timur 51 kasus.

Berikut data 9 provinsi dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif hingga hari ini tercatat, yaitu DKI Jakarta 56.175 kasus, Jawa Timur 38.809 kasus, Jawa Tengah 18.111 kasus, Jawa Barat 14.938, Sulawesi Selatan 13.583 kasus, Kalimantan Selatan 9.500 kasus, Sumatera Utara 8.808 kasus, Bali 7.380 kasus dan Kalimantan Timur 6.100 kasus.

Masih tingginya kasus positif covid-19 di Tanah Air, pemerintah akan terus mendorong masyarakat untuk terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Pesan kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita semua tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan.

Bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Sekali lagi diingatkan tentang pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)