Woodball Indonesia Raih Enam Medali

0
JAKARTA (Suara Karya) : Bermaterikan enam atlet, tim woodball Indonesia mempertahankan tradisi medali emas di Singapore International Woodball Open 2018. Hal itu membuktikan atlet woodball Indonesia tetap disegani lawan dikancah internasional.
“Singapura Open kali ini diikuti lima negara yaitu tuan rumah Singapura, Malaysia, Indonesia, Hong Kong dan Taiwan. Dengan kekuatan  6 atlet masing – masing 4 putra dan 2 putri, Indonesia berhasil medulang 6 medali di lima nomor yang dilombakan,” jelas Wakil Ketua Umum PB IWBA Suhendar Wijaya melalui emailnya dari Singapura, Minggu (5/8).
Medali emas yang diukir atlet Indonesia katanya, disumbang melalui nomor double stroke putra atas nama Wisnu Wicaksono dan Muhamad Kadiq. Adapun medali perunggu diraih  Ahris Sumariyanto dan Suhendar Wijaya sendiri.
Adapun medali perak dipetik tim stroke putra atas nama Ahris, Suhendar, Wisnu dan Kadiq. Sedang tambahan medali perak disumbang nomor single stroke putri atas nama Ika Yulianingsih. Adapun medali perunggu tambahan tim Indonesia diraih Lewat nomor single stroke putri atas nama Susanti Dwi Umi.
Menurut Suhendar yang juga  atlet woodball nasional, satu  kesempatan yang gagal di nomor Single stroke putra yang tahun lalu kita berjaya dinomor ini. Meskipun semua pemain masuk putaran final (12 terbaik) namun karena kondisi hujan saat final, pemain Indonesia  belum familiar dengan lapangan basah, sehingga total score gabungan putaran I, ke II dan ke III gagal mengumpulkan point terkecil.
Untuk nomor single stroke putra juara direbut pemain Hong Kong, ke 2 dan 3 Singapura. Adapun single stroke putri juara  Hong Kong dan tempat 2 dan 3 Indonesia. Kegagalan di nomor single stroke putra ini khususnya oleh Ahris Sumariyanto juara dunia 4 kali cukup mengkhawatirkan.
Hal itu dengan pertimbangan saingan beratnya datang dari Hong Kong yaitu Jeremi yang mengumpulkan point melebihi Ahris Sumariyanto. Dengan begitu bila tidak mengikuti sedikitnya 2 tournament lagi dan tidak juara dinomor single stroke putra, maka peringkat satu dunianya yang sudah 2 tahun terakhir ini akan digeser oleh Jeremi pemain asal Hong Kong itu.
Guna mengantisipasi semua itu, Pengurus Besar IWbA sedang berupaya mencari sponsor agar dapat menerjunkan Ahris di dua tournamen yang akan datang yaitu Jepang Open, September dan China Open, Oktober atau final tournament akhir November 2018 di Taiwan. Dengan harapan juara dunia bisa dipertahankan dan dipegang atlet  Indonesia. (Warso)