Woow, Aruna Indonesia Wakili Asia Tenggara di Acara Google I/O 2022

0

JAKARTA (Suara Karya): Aruna Indonesia terpilih sebagai wakil dari Asia Tenggara dalam acara tahunan ‘Google I/O (Input/Output)’ 2022 di Mountain View, California, Amerika Serikat, pada 12 Mei 2022 lalu.

Gelaran tersebut memberi kesempatan kepada pimpinan startup dari berbagai belahan dunia untuk mempromosikan
produk dan fitur teknologi serta hal-hal yang bersifat inovatif dengan dunia digital untuk mendukung operasional bisnis mereka.

Co-Founder dan Chief Sustainability Officer Aruna, Utari Octaviany dalam siaran pers, Kamis (12/5/22) mengaku bangga bisa diundang dalam acara bergengsi kalangan ‘developer’ IT tersebut. Karena, tak hanya dapat pengalaman, tetapi bisa masuk dalam jejaring (network) kelas dunia.

“Semoga acara ini memberi kemajuan yang lebih tinggi lagi bagi Aruna,” ucap Utari.

Sebagai informasi, Aruna adalah perusahaan perikanan terintegrasi asal Indonesia, yang berkomitmen untuk meringkas rantai pasok produk perikanan dengan menghubungkan nelayan skala kecil ke pasar global melalui teknologi.

Kegiatan lokakarya disiarkan secara langsung untuk semua penggemar teknologi di dunia. Dalam kesempatan itu, Utari membahas pekerjaan yang sedang dilakukan dan bagaimana Aruna telah memanfaatkan Google untuk hampir seluruh aspek bisnisnya.

Aruna secara reguler melaksanakan program edukatif tentang perikanan berkelanjutan dan memberdayakan para perempuan pesisir. Selain fokus pada pengembangan aplikasi profiling nelayan Aruna atau biasa disebut ‘Aruna Heroes’.

Hal itu menandai komitmen Aruna untuk meringkas rantai pasok produk perikanan dengan menghubungkan nelayan skala kecil ke pasar global melalui teknologi.

Aplikasi tersebut digadang-gadang dapat menjamin ‘traceability’ produk tangkapan nelayan Aruna di pasar lokal, terutama global. Namun sayang, aplikasi itu tidak terbuka bagi pengguna umum.

“Didukung IoT dan Google Developer Tools, desain, operasi, dan manajemen teknologi, aplikasi yang dikembangkan Aruna memiliki kekuatan untuk mengurangi bahaya yang mungkin saja terjadi pada ekosistem kelautan dan perikanan kita,” tuturnya.

Aplikasi itu diharapkan dapat memperbaiki kerusakan yang mungkin ada melalui inovasi berkelanjutan. Upaya itu dilakukan dengan mempertimbangkan lingkungan untuk pelestarian sumber daya kelautan dan perikanan dunia.

“Aplikasi berisi profiling itu diharapkan membantu nelayan lokal untuk dapat kredibilitas dan kepercayaan dari pelanggan luar negeri, mengingat sebagian besar dari mereka meminta 360 traceability dari produk makanan laut yang mereka konsumsi,” ujar Utari.

CEO Google, Sundar Pichai dalam sambutan pembukanya menyebut, acara tersebut dirancang sebagai wadah informasi dalam pengembangan teknologi AI yang dimilikinya.

“Kami juga memberi ikhtisar tentang rencana masa depan perusahaan, proyek ramah lingkungan, dan keamanan pengguna dari ancaman dunia maya, serta menyajikan lebih banyak opsi bagi pengguna untuk menganonimkan diri mereka sendiri dalam produk pencarian terkemuka di dunia ini,” kata Sundar Pichai menandaskan. (Tri Wahyuni)