Wow, Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Sentuh Angka 200 Ribu

0

JAKARTA (Suara Karya): Kasus positif virus corona disease (covid-19) di Indonesia hingga saat ini belum menunjukkan adanya trend penurunan kasus secara signifikan. Begitupun kasus covid-19 di tingkat di dunia.

Dari data yang dikutip lewat Instagram resmi Pusat Krisis Kesehatan (PKK) Kementerian Kesehatan disebutkan, total kasus positif covid-19 pada Selasa (8/9/20) telah mencapai angka 200.035 orang. Dibanding sebelumnya, kenaikan kasus hari ini terbilang paling tinggi mencapai 3.046 orang!

Untuk kematian akibat covid-19 hari ini merupakan yang tertinggi. Kenaikannya mencapai 100 orang, dari 8.130 menjadi 8.230 orang. Sementara jumlah pasien yang sembuh hari ini juga terbilang cukup banyak mencapai 2.306 orang dari sebelumnya 140.652 menjadi 142.958 orang.

Kasus covid di tingkat dunia, dilaporkan masih tinggi. Total pasien positif hari ini mencapai 27.343.019 kasus. Dengan demikian, ada kenaikan 228.448 kasus dibanding kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, juru bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19), Wiku Adisasmito dalam konferensi pers menyatakan, Satgas tak lagi mengumumkan data harian perkembangan kasus covid-19. Update kasus harian bisa dilihat di portal www.covid19.go.id.

Kementerian Kesehatan juga mengganti istilah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dengan sebutan suspek. Hari ini ada kenaikan kasus suspek dibanding kemarin sebanyak 960 kasus dari 89.992 menjadi 90.952 kasus. Sedangkan istilah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) juga diganti menjadi spesimen. Dilaporkan, hari ini ada kenaikan spesimen yang cukup tinggi yaitu 14.231 kasus, dari 18.412 menjadi 32.643 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus suspek belum menunjukkan gejala sakit, tetapi memiliki riwayat kontak dengan orang yang diduga positif covid-19. Sedangkan spesimen adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. Mereka juga sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

Disebutkan, kenaikan kasus baru covid-19 tidak tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia. Ada beberapa daerah memiliki kasus penambahan dengan jumlah sangat tinggi, tetapi ada beberapa daerah yang tidak ada satu pun penambahan kasus positifnya.

Hari ini ada 12 provinsi yang melaporkan kasus positifnya cukup tinggi, yaitu diatas 50 kasus setiap harinya. Disebutkan, DKI Jakarta 1.014 kasus, Jawa Timur 401 kasus, Jawa Barat 336 kasus, Jawa Tengah 237 kasus, Bali 164 kasus, Riau 113 kasus, Sumatera Utara 107 kasus, Sumatera Barat 105 kasus, Kalimantan Timur 86 kasus, Kalimantan Selatan 66 kasus, Banten 59 kasus dan Sulawesi Selatan 51 kasus.

Sementara itu, data 8 provinsi dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif hingga hari ini tercatat, yaitu DKI Jakarta 48.393 kasus, Jawa Timur 36.342 kasus, Jawa Tengah 15.852 kasus, Jawa Barat 13.045, Sulawesi Selatan 12.746 kasus, Kalimantan Selatan 8.903 kasus, Sumatera Utara 7.832 kasus dan Bali 6.549 kasus.

Masih tingginya kasus positif covid-19 di Tanah Air, pemerintah akan terus mendorong masyarakat untuk terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Pesan kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita semua tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan.

Bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Sekali lagi diingatkan tentang pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)