Wujudkan Program Bengkulu Sehat, Masyarakat Rejang Lebong Ingin Rohidin Kembali Jabat Gubernur

0

JAKARTA (Suara Karya): Di penghujung tahun 2019, masyarakat Provinsi Bengkulu bersorak atas capaian kinerja pemimpinnya, terutama dalam bidang kesehatan. Belum lama ini, Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah menandatangani kerjasama (MoU) Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Provinsi Bengkulu.

“Kita mengalokasikan anggaran kepada 23 ribu kepesertaan BPJS mandiri bagi penunggak hingga kartunya mati. Ini yang kita bayarkan melalui APBD Provinsi Bengkulu. Ini kita sebar secara proporsional di 9 Kabupaten dan satu kota,” ujar mantan Wakil Bupati Bengkulu Selatan ini, di ruang rapat lt. III, Kantor Gubernur, Selasa (30/12/2019).

Dia juga bertekad semua masyarakat kurang mampu akan mendapatkan jaminan kesehatan. Berdasarkan data keikutsertaan BPJS Provinsi Bengkulu, baru mencapai 80,47 persen dari total jumlah penduduk.

“Saya menargetkan program utama Provinsi Bengkulu adalah menganggarkan semua peserta masyarakat yang berpenghasilan rendah yang masih tersisa yang belum memiliki kartu BPJS. Jadi 19,43 persen lagi akan kita anggarkan di 2020 – 2021 sehingga nanti tidak ada lagi masyarakat berpenghasilan rendah yang tidak mendapatkan kartu BPJS,” ujarnya menambahkan.

Rohidin juga menyampaikan terkait hasil kesepakatan MoU. Pertama kesiapan dari sisi ruangan sudah standar untuk handling. Kemudian terkait tenaga ahli juga telah membuat MoU kerjasama Rumah Sakit di Palembang dan telah disetujui BPJS.

“Target kita per 1 Februari 2020, pelayanan kemoterapi bisa dilakukan di Provinsi Bengkulu,” ujar Gubernur Rohidin.

Dia juga meminta agar tidak ada perbedaan bagi masyarakat, semua masyarakat yang membutuhkan pertolongan harus segera ditolong, jangan sampai masyarakat disusahkan hanya karena permasalahan administrasi.

Sultan Maulana (46), salah satu warga Rejang Lebong, mengaku sangat gembira atas kabar tersebut.

“Terimakasih pak gubernur atas kepeduliannya pada rakyat kecil. Pak Rohidin memang gubernur terbaik kami, apalagi jika dibanding gubernur sebelumnya yang masuk bui. Lanjutkan pak, kami ingin bapak duduk kembali,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Alfiansyah (32) mengatakan hal yang serupa. Menurutnya, program kesehatan di Bengkulu sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Problem mendasar kita selama ini, salah satunya yang berkaitan dengan akses kesehatan. Hari ini kita mendengar komitmen dan terobosan program kesehatan Pak Rohidin. Mantap pak, kami mendukungmu,” pungkasnya. (Pram)