WWT Gandeng STP Trisakti Gelar Webinar Industri Pariwisata Indonesia

0

JAKARTA (Suara Karya): Industri pariwisata Indonesia mendapat perhatian dari Organisasi World Women Tourism (WWT). Menggandeng Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti, organisasi tersebut menggelar seri webinar berskala global bertajuk ‘Akselerasi Perempuan dalam Industri Pariwisata’.

“Webinar ini penting diketahui oleh mereka, terutama para perempuan yang berkecimpung di industri pariwisata dan perhotelan yang terdampak corona virus disease (covid-19),” kata Wakil Ketua STP Trisakti, Ismeth Emier Oesman saat membuka webinar, pada Minggu (26/12/20).

Hadir dalam kesempatan itu, Pelaksana tugas (Plt) Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Surana.

Dalam sambutannya, Surana berbagi strategi dan langkah nyata yang akan dilakukan pemerintah Indonesia untuk mendukung dan berinvestasi pada perempuan yang berkecimpung di industri pariwisata Indonesia .

“Terlepas dari pandemi, para ahli kami berbagi wawasan dan dorongan untuk menyalakan lagi gairah baru dalam diri setiap perempuan di industri pariwisata ini,” ujarnya.

Pihak yang juga terlibat aktif dalam seri webinar ini adalah Swiss German University, James Cook University Australia, James Cook University Singapore, Griffith University Australia (Griffith Institute of Tourism), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, General Manager Hotel Indonesia Association Jakarta Chapter, dan JCU Center for International Trade and Business in Asia (CITBA).

Sebagai informasi, WWT adalah sebuah organisasi yang menghubungkan para perempuan profesional yang bergerak di industri pariwisata.

Beberapa industri perhotelan yang mendukung digelarnya webinar tersebut adalah Fraser Residence Sudirman Jakarta, RA Hospitality, Goodrich Suites Swiss-belhotel Bogor, dan Artotel Thamrin Jakarta.

Webinar yang dipandu Dr Barkathunisha menghadirkan pembicara Associate Professor Catheryn Khoo-Lattimore, Dr Hera Oktadiana, Wita Junifah dan Dr Nila Krisnawati. Mereka membahas masalah dan tantangan bagi perempuan di industri pariwisata di Indonesia.

Associate Professor Catheryn Khoo-Lattimore berbicara tentang bagaimana membuat perempuan terlihat di industri, mendorong semua peserta untuk melatih keterampilan ulang, melatihnya kembali, bagaimana meraihnua dan menjadi juara!

“Bimbingan itu penting untuk membuat prestasi kita terlihat orang lain” adalah nasihat yang diberikan Catheryn Khoo-Lattimore. Hal itu diharapkan dapat memotivasi para peserta untuk berani menjangkau pengalaman dan mencari bimbingan.

Hal senada dikemukakan Wita Junifah, Dr Nila Krisnawati dan Dr Hera Oktadiana yang mendorong para perempuan profesional di industri pariwisata. Mereka juga menekankan pentingnya keunggulan kompetitif wanita di sektor perhotelan dan pariwisata di Indonesia.

Sesi diskusi diakhiri dengan membuat hubungan jaringan yang kuat. Meski semuanya serba online, WWT mampu membawa webinar ke level berikutnya dengan membuat panel diskusi khusus wanita. Mereka saling berbagi wawasan mendalam yang relevan dengan industri pariwisata selama pandemi, hadiah hotel mewah, jaringan dan kolaborasi yang berdampak.

“Kami berharap dapat melihat manfaat dari sesi ini. Termasuk para pria yang ikut dalam webinar, diharapkan mereka juga menjadi terberdaya sehingga mau berjuang bersama untuk perempuan profesional di industri pariwisata di masa depan,” kata Dr Barkathunisha menutup diskusi. (Tri Wahyuni)