Yayasan Trisakti Bertekad Kampusnya Masuk 10 Besar di Indonesia

0
Foto: (Suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Memasuki usia ke-53, Yayasan Trisakti bertekad membawa perguruan tinggi dibawah naungannya ada di perangkat 10 terbaik Indonesia. Berbagai upaya akan dilakukan, tak hanya pada sarana dan prasarana kampus, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusianya.

“Tahun ini kami bertekad ada 10 dosen bergelar doktor meraih jabatan sebagai guru besar,” kata Ketua Yayasan Trisakti, Djanadi Bimo Prakoso dalam perayaan ulang tahun ke-53 Yayasan Trisakti di Jakarta, Senin (28/1/2019).

Bimo dalam kesempatan itu didampingi Rektor Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Tjuk Sukardiman, Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, Fetty Asmaniati, Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi Trisakti, Ariyanti Suliyanto, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti, Ricky Aprilianto dan Ketua Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti, Budi Suyanto.

Bimo menyatakan, pihaknya berani memasang tinggi pencapaian target, karena 6 perguruan tinggi dibawah Yayasan Trisakti yaitu 1 universitas, 1 institut dan 4 sekolah tinggi selama ini memiliki akreditasi yang mumpuni.

“Bahkan ada beberapa program studi yang tidak diajarkan kampus lain di Indonesia. Contohnya prodi di Institut Transportasi dan Logistik Trisakti. Hanya ada di kampus milik Yayasan,” tuturnya.

Ditanya apa ada rencana pembuatan kampus baru, Bimo mengatakan, belum terpikirkan. Pihaknya saat ini ingin konsentrasi membawa perguruan tingginya menjadi 10 terbaik di Indonesia. Upaya itu terbilang tak mudah karena kampusnya harus bersaing dengan perguruan tinggi negeri (PTN) ternama.

“Kalau soal akreditasi, kampus milik Yayasan Trisakti nilainya sudah bagus. Target kedepan, bagaimana posisi mereka bisa ada di 10 besar perguruan terbaik di Indonesia. Mimpi besar, tapi bukan tak mungkin diraih,” ucap Bimo menegaskan.

Ia berharap masalah yang terjadi di kampus Universitas Trisakti dapat diselesaikan dalam waktu segera. Karena perguruan tinggi terbilang cukup besar. Tak hanya dari jumlah fakultas yang tersedia yaitu 9, tetapi juga dari sisi jumlah mahasiswanya.

“Kedepan, kami ingin Universitas Trisakti bisa menjadi kampus riset. Banyak melakukan penelitian dengan kampus-kampus asing. Hal semacam ini terus dikembangkan, dengan target akhir menjadi kampus kelas dunia,” katanya.

Hadir pula dalam kesempatan itu Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agum Gumelar, Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-Dikti) wilayah III DKI Jakarta, Illah Sailah dan Sekjen Kementerian Perhubungan, Joko Sasono.

Kepala LL Dikti Wilayah III DKI Jakarta, Illah Sailah memberi apresiasi terhadap kampus milik Yayasan Trisakti yang terus mengembangkan diri dan meningkatkan mutu. “Kedepannya, kami berharap Yayasan Trisakti lebih banyak memberi perhatian kepada dosen dan mahasiswa, terutama pada penelitian dan pengabdian masyarakat,” kata Illah. (Tri Wahyuni)