ZChiken Angkat Perekonomian Keluarga Rusitha

0

Rusitha Meindah Sari adalah ibu rumah tangga penerima manfaat dari program Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yakni ZChiken.

Dia merupakan warga Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Tinggal di rumah kontrakan berukuran 3 X 10 M2, dia menjalankan usaha yang memang baru pertama kali dilakoninya.

Pekerjaan suami yang serabutan, menjadikan Rusitha harus berjuang bersama untuk membantu suami memenuhi kebutuhan rumah tangga. Apalagi, saat ini dirinya sedang mengandung anak pertama yang tentunya membutuhkan biaya ekstra untuk menyambut kehadiran sang buah hati.

Mungkin sudah jalan tuhan, seorang kerabat merekomendasikan namanya untuk menerima bantuan program ZChiken dari Baznas.

Setelah melengkapi persyaratan dan proses verifikasi dari pihak Baznas, akhirnya Rusitha-pun menerima bantuan yang memang diharapkan.

Tentu saja bantuan itu membuat hati keluarga muda ini berbunga-bunga. Harapannya, ada penghasilan tambahan yang didapat dari usaha ZChiken.

Karena, dengan akan datangnya keluarga baru (anak) tentu kebutuhan ekonomi akan bertambah pula.

Akhirnya, usai mengikuti pelatihan usaha ZChiken, Rusitha-pun dengan semangat menjalankan usahanya.

Hari pertama, ibu-ibu dilingkungan itu ramai menyerbu gerobak ZChiken milik Rusitha. Dihari itu, Alhamdulillah sebanyak 35 potong ayam ZChiken terjual dengan harga Rp 7.000 per potongnya.

“Semoga usaha ini menjadi berkah, dan menambah pemasukan ekonomi baru untuk keluarga,” kata Rusitha.

Sementara itu, Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Irfan Syauqi Beik mengatakan. Program Mustahik Pengusaha merupakan program pemberdayaan ekonomi untuk mustahik produktif yang akan menjalankan usaha atau sudah menjalankan usaha dari berbagai jenis usaha.

“Baznas melalui Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) akan terus berupaya meningkatkan usaha mustahik tidak hanya memberikan bantuan modal usaha, tetapi juga pendampingan yang intensif dalam pengembangan usaha, pencatatan keuangan, membangun kepercayaan diri dan mendorong penguatan mental spiritual,” ujarnya.

Irfan menambahkan kegiatan pendampingan menjadi salah satu faktor keberhasilan program untuk menjaga semangat mustahik dan memastikan usaha berjalan sesuai dengan rencana.

“Kegiatan pendampingan ini dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu tahapan perintisan yang terdiri dari inisiasi kelompok, tahap kedua penguatan kelompok yang berfungsi untuk menumbuhkan aktivitas usaha kelompok penerima manfaat dan kemudian tahap kemandirian,” katanya.

Jika sudah mampu mandiri,kedepannya mustahik pengusaha akan dilepaskan dengan membuat kelembagaan lokal (paguyuban/koperasi) yang di kelola oleh pengurus serta anggota kelompok. Untuk mengawal pelaksanaan kegiatan pendampingan, Baznas akan menempatkan seorang pendamping program.

Pendampingan usaha ini diharapkan mustahik dapat memperoleh pendapatan dari pelaksanaan kegiatan usaha ini, yakni rata-rata sebesar Rp. 3.110.000,-/bulan.

Untuk dikethui, Baznas melalui Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) menginisiasi program Mustahik Pengusaha. Pada program ini sebanyak 20 mustahik dari kelompok usaha Amanah Sejahtera mendapatkan total bantuan sebesar Rp. 244.000.000, dengan rincian untuk modal usaha bersama Rp. 60.000.000, modal kerja perorangan dengan total Rp. 120.000.000, serta bantuan gerobak Rp. 64.000.000.

Model pemberdayaan ekonomi ini adalah dengan membangun unit usaha Waralaba “ZChicken” yang bertujuan untuk menyasar ke pangsa pasar yang lebih luas. Nantinya Baznas akan membentuk kelompok pengelola usaha sebagai distributor bahan baku “ZChicken”, dalam hal ini kelompok usahanya yang dimiliki oleh kelompok mustahik.

Selanjutnya mustahik lainnya dalam usaha “ZChicken” juga akan berperan sebagai penjual langsung kepada konsumen. Selain modal usaha, gerobak, dan distribusi bahan baku, para penerima manfaat ini juga menerima pelatihan, sistem manajemen penjualan, dan pendampingan intensif. (Bayu Legianto)