Zenius Akuisisi Bimbel Primagama, Siapkan Pembelajaran Hiybrid!

0

JAKARTA (Suara Karya): Zenius, perusahaan edukasi berbasis teknologi mengakuisisi bimbingan belajar (bimbel) Primagama. Nama Primagama kini tak ada lagi, berubah menjadi Jenama.

“Sejak 10 Maret lalu, nama Primagama secara resmi berganti menjadi Jenama. Pengumuman itu dilakukan bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) ke-40 Primagama,” kata Chief Growth and Product Zenius, Sony Radhityo dalam siaran pers, Jumat (11/3/22).

Dipilih nama Jenama, lanjut Sony, karena pihaknya memahami kekuatan nama dan reputasi Primagama yang telah dibangun selama 40 tahun di Indonesia. Penggunaan nama dan logo baru itu, diharapkan memberi semangat baru bagi pemangku kepentingan di Primagama dan Zenius.

Dijelaskan, banyak pembaruan yang terus dikembangkan Zenius dalam Jenama. Salah satunya, pembelajaran hybrid, yang menggabungkan tatap muka dan jarak jauh untuk menghasilkan program pembelajaran yang lebih efektif.

“Melalui New Primagama powered by Zenius, kami kenalkan ‘two teacher model’, di mana para siswa bisa mendapat materi pelajaran dari tutor Zenius secara online dan memperdalam pemahaman materi melalui bantuan tutor offline dari Primagama,” tuturnya.

Salam ‘two teacher model’, siswa akan diajarkan materi pelajaran yang menekankan pada pemahaman konsep, hal yang terus kita lakukan sejak 2004. Sementara tutor kedua akan membantu menjawab pertanyaan siswa, memerhatikan kemajuan siswa secara individual, dan membuat sesi yang interaktif dan menarik di ruang kelas.

Zenius akan mengaplikasikan ‘two teacher model’ melalui program Ultima Boot Camp X Primagama, yaitu program persiapan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) selama 5 minggu melalui pembelajaran hybrid. UTBK adalah bagian dari proses penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

“Program itu akan fokus pada metode ‘mixed practice’ dengan memberi lebih banyak latihan soal dan belajar terintegrasi melalui fitur Zenius dan pembelajaran tatap muka di cabang Primagama,” ujarnya.

Sebagai informasi, ‘mixed practice’ adalah sistem pembelajaran di mana topik yang dibahas akan bertambah setiap minggunya. Misalkan, pada sesi pertama, soal-soal yang akan dibahas adalah topik A, maka sesi berikutnya soal-soal yang akan dibahas adalah topik A dan B.

“Mixed practice dirancang supaya siswa terbiasa untuk mengingat kembali ilmu pengetahuan dari berbagai topik di satu waktu,” kata Sony.

‘Two teacher model’ diharapkan menjadi tonggak penting bagi Zenius untuk mendefinisikan kembali makna belajar dalam kelas di masa depan. Pengalaman belajar mendalam yang dikombinasikan dengan pedagogi Zenius akan membantu menciptakan pembelajaran efektif bagi siswa di mana saja.

“Upaya itu membantu kami memberi materi pendidikan berkualitas secara masif melalui jaringan Primagama. Dengan demikian, kami percaya, kami selangkah lebih maju untuk merangkai Indonesia yang cerdas, cerah dan asik,” ucap Sony menandaskan. (Tri Wahyuni)