JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat pemerataan akses pendidikan berkualitas melalui pengembangan Ekosistem SMA Unggul Garuda.
Program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut menyiapkan talenta unggul Indonesia di bidang sains dan teknologi.
Saat ini, ekosistem tersebut mencakup 51 SMA Unggul Garuda, terdiri atas 4 SMA Unggul Garuda Baru dan 47 SMA Unggul Garuda Transformasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Untuk memperkenalkan program sekaligus memperluas akses informasi kepada masyarakat, Kemdiktisaintek menggelar kegiatan ‘open house’ secara serentak di seluruh sekolah yang tergabung dalam ekosistem tersebut, termasuk di SMAN 28 Jakarta, pada Sabtu (17/10/26).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto meninjau langsung pelaksanaan ‘open house’ di SMAN 28 Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkenalkan model pendidikan unggul kepada masyarakat, khususnya siswa kelas IX SMP/MTs dan orang tua, sekaligus mendorong lebih banyak generasi muda menekuni bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics/STEM).
Mendiktisaintek menegaskan, penguasaan ilmu pengetahuan membutuhkan proses belajar yang konsisten, ketekunan, dan keberanian menghadapi tantangan.
Menurutnya, upaya membangun talenta unggul perlu diiringi lingkungan pendidikan yang mampu mendorong siswa untuk bekerja keras, memperluas wawasan, serta berani mengejar cita-cita di bidang sains dan teknologi.
“Jangan takut belajar STEM. Meski susah, tetapi mengasyikkan. Dan yang terpenting, STEM ini nantinya berdampak sangat besar bagi bangsa dan negara,” ujarnya
Pesan tersebut sejalan dengan arah kebijakan Kemdiktisaintek, untuk memperkuat fondasi talenta sains dan teknologi sejak pendidikan menengah.
“Penguasaan STEM semakin penting di tengah kebutuhan Indonesia untuk meningkatkan daya saing industri berteknologi tinggi, memperkuat kapasitas inovasi, serta menghasilkan SDM yang mampu menjawab tantangan pembangunan nasional,” tegas Brian Yuliarto.
Siapkan Talenta Unggul
Salah satu prinsip penting dalam pengembangan ekosistem SMA Unggul Garuda adalah memastikan pendidikan berkualitas dapat diakses oleh talenta dari berbagai latar belakang dan wilayah.
Dalam konteks tersebut, keberadaan SMA Unggul Garuda Transformasi menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat sekolah-sekolah yang memiliki potensi dan capaian akademik, sedangkan SMA Unggul Garuda Baru dikembangkan sebagai upaya memperluas jangkauan pendidikan unggul di berbagai daerah.
Kehadiran SMAN 28 Jakarta dalam ekosistem SMA Unggul Garuda Transformasi juga menunjukkan pentingnya keterlibatan sekolah negeri dalam upaya pemerataan akses.
“Sekolah negeri memiliki peran strategis karena menjadi salah satu jalur utama bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan berkualitas,” ucapnya.
Dengan memperkuat sekolah yang memiliki fondasi pembelajaran dan prestasi, pemerintah dapat mendorong peningkatan mutu pendidikan sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi peserta didik untuk berkembang.
Di sisi lain, empat SMA Unggul Garuda Baru berlokasi di Belitung Timur, Konawe Selatan, Bulungan, dan Timor Tengah Selatan. Pengembangan sekolah baru itu diarahkan untuk menghadirkan lingkungan pembelajaran unggul yang didukung fasilitas pendidikan dan pendampingan intensif.
Keempat sekolah tersebut dirancang dengan sistem berasrama (boarding school), dengan pembiayaan pendidikan ditanggung pemerintah sesuai ketentuan.
Dalam kesempatan itun Mendiktisaintek juga menyampaikan, pengembangan talenta unggul tidak berhenti pada pendidikan menengah.
Ekosistem SMA Unggul Garuda diharapkan terhubung dengan peluang pendidikan lanjutan, termasuk melalui Beasiswa Garuda untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi terkemuka di dalam maupun luar negeri.
Lewat kesinambungan itu, siswa memperoleh kesempatan untuk memperdalam keilmuan hingga jenjang pendidikan tinggi, termasuk magister dan doktoral, serta kembali berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan industri nasional.
Dengan demikian, investasi pada pendidikan menengah unggul menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menyiapkan ilmuwan, peneliti, inovator, dan pemimpin masa depan Indonesia.
Kolaborasi Sekolah dan Keluarga
Kemdiktisaintek menilai keberhasilan program SMA Unggul Garuda tidak bertumpu pada kebijakan pemerintah semata. Peran kepala sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat menjadi penting dalam membangun lingkungan belajar yang mendukung perkembangan akademik, sekaligus pembentukan karakter peserta didik.
“Sekolah perlu menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan rasa ingin tahu, membangun kedisiplinan, dan mengasah kemampuan berpikir kritis,” katanya.
Pada saat yang sama, pendampingan guru dan dukungan keluarga dibutuhkan agar siswa mampu menjalani proses belajar yang menantang secara konsisten, tanpa kehilangan semangat untuk terus berkembang.
Melalui kegiatan ‘open house’ diharapkan masyarakat dapat mengenal lebih dekat lingkungan sekolah, fasilitas pembelajaran, serta pendekatan pendidikan yang diterapkan di Sekolah Garuda.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana sosialisasi penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2027/2028 untuk empat SMA Unggul Garuda Baru. (Tri Wahyuni)

