Suara Karya

669 Wisudawan IP Trisakti Siap Hadapi Era Baru Pariwisata Digital

JAKARTA (Suara Karya): Institut Pariwisata (IP) Trisakti meluluskan 669 wisudawan pada Tahun Akademik 2025/2026. Para lulusan dari jenjang doktor, magister, sarjana, hingga sarjana terapan itu diharapkan mampu menjawab kebutuhan industri pariwisata yang semakin dinamis, terutama di tengah transformasi digital dan persaingan global.

Wisuda ke-57 yang digelar melalui Sidang Terbuka Senat Akademik IP Trisakti di Jakarta, Selasa (13/10/26), menghadirkan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka sebagai keynote speaker.

Hadir dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Sesjen Kemdiktisaintek), Badri Munir Sukoco; Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, dan jajaran pimpinan pengurus Yayasan Trisakti dan perwakilan industri.

Sebanyak 669 wisudawan itu terdiri dari 18 lulusan Program Doktor Pariwisata, 102 lulusan Program Magister Pariwisata, 181 lulusan Program Sarjana Pariwisata, 306 lulusan Program Sarjana Terapan Pengelolaan Perhotelan, serta 32 lulusan Program Sarjana Terapan Usaha Perjalanan Wisata.

Rektor IP Trisakti, Fetty Asmaniati berharap, lulusan tidak hanya mengandalkan kompetensi akademik, tetapi juga harus memiliki integritas, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan industri.

“Kami berharap lulusan bisa menjadi insan profesional yang inovatif serta mampu memberi kontribusi nyata bagi kemajuan pariwisata Indonesia,” ujarnya.

Menurut Fetty, penguatan pendidikan pariwisata membutuhkan kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, dan masyarakat.

“Sinergi ini penting untuk memastikan kompetensi lulusan sesuai kebutuhan dunia kerja, sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata nasional,” katanya.

Karena itu, lanjut Fetty, sejak berdiri pada 1969, IP Trisakti terus mengembangkan mutu akademik, keterampilan profesional, serta kerja sama nasional dan internasional.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III, Henri Togar Tambunan dalam sambutannya menegaskan, industri pariwisata dan perhotelan kini mengalami perubahan mendasar.

“Daya saing tak lagi ditentukan oleh keindahan alam dan kemegahan fasilitas, tetapi juga integrasi teknologi digital, efisiensi operasional, pengelolaan risiko, dan penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan,” tuturnya.

Henri mengatakan, perguruan tinggi dituntut menghasilkan lulusan yang tidak sekadar memiliki ijazah, tetapi juga mampu menawarkan solusi nyata bagi tantangan industri dan masyarakat.

“Karena itu, lulusan perlu memadukan kedalaman ilmu akademik dengan ketajaman wawasan praktis di lapangan,” katanya.

Henri menitipkan 4 bekal penting bagi lulusan, yakni integritas dan etika pelayanan, penguasaan teknologi yang tetap mengedepankan sentuhan manusia, orientasi keberlanjutan, serta komitmen untuk terus belajar sepanjang hayat.

“Salam industri pariwisata yang bertumpu pada kepercayaan, kualitas layanan tidak hanya dinilai dari fasilitas, tetapi juga keramahan, empati, dan kepekaan terhadap kebutuhan wisatawan,” tuturnya.

Menurut Henri, otomatisasi, pengolahan data, dan kecerdasan buatan semakin berperan dalam manajemen perhotelan serta operasional perjalanan wisata.

“Teknologi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi, tanpa menghilangkan sentuhan manusia yang menjadi inti pelayanan,” pungkasnya.

Lulusan, lanjut Henri, juga perlu mempertimbangkan efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan.

Henri menambahkan, gelar akademik merupakan fondasi awal, bukan akhir proses belajar. Perubahan pasar, situasi geopolitik, dan gaya hidup wisatawan menuntut lulusan terus memperbarui pengetahuan serta terbuka terhadap gagasan baru agar tetap relevan dan tangguh menghadapi persaingan global.

Dalam wisuda tahun ini, IP Trisakti memberi penghargaan kepada lulusan terbaik bidang akademik. Pada Program doktor pariwisata, prestasi itu diraih Muhammad Rahmad, sedangkan Janitra Fullaroa Salsabil dan Eka Mariyanti meraih IPK 4,00 pada Program Magister Pariwisata.

Lulusan terbaik Program Sarjana Pariwisata diraih Najwa Ayumna Shalih dengan IPK 3,99. Pada Program Sarjana Terapan Pengelolaan Perhotelan, Dewanty Nathalie Andersen meraih IPK 3,99.

Tesalonika Elia Cansa memperoleh IPK 3,95 pada program dua negara, sementara Richard Erick Song meraih IPK 3,94 pada program tiga negara. Sedangkan Theresia Irene menjadi lulusan terbaik Program Sarjana Terapan Usaha Perjalanan Wisata dengan IPK 3,99.

Penghargaan juga diberikan kepada mahasiswa berprestasi nonakademik. Dari Program Sarjana Pariwisata, penerimanya adalah Bunga Nadyaputri, Igras Vigran Antonio Sitanggang, dan Muhammad Inas Nismara.

Dari Program Sarjana Terapan Pengelolaan Perhotelan, penghargaan diberikan kepada Risyad Tanzila Kusdar mawan, Fasina Anjali, dan Wisnu Achmad Tulloh.

Sementara itu, Marinda Divka Safira dan Ine Ravianimoulin menerima penghargaan dari Program Sarjana Terapan Usaha Perjalanan Wisata.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IP Trisakti, Agus Riyadi menyampaikan, mahasiswa IP Trisakti juga menorehkan prestasi dalam berbagai kompetisi nasional dan internasional, mulai dari keterampilan perhotelan, pelayanan restoran, kuliner, kewirausahaan, seni, hingga olahraga.

Pada WorldSkills ASEAN Competition 2026, mahasiswa IP Trisakti meraih medali perunggu untuk kategori Hotel Reception. Prestasi internasional lainnya diraih melalui Thailand United Chef Challenge 2025 dan The International 7th La Cuisine Competition.

Di tingkat nasional, mahasiswa juga berprestasi dalam kompetisi keterampilan perhotelan, fotografi, musik, dan olahraga.

Untuk memperkuat kesiapan lulusan memasuki dunia kerja, pembelajaran di IP Trisakti memadukan perkuliahan, praktik, kunjungan industri, kuliah tamu internasional, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pendekatan ini dirancang untuk membangun keterampilan teknis, komunikasi, kreativitas, serta pemahaman terhadap kebutuhan industri pariwisata yang semakin terdigitalisasi.

Dari sisi akreditasi, Program Sarjana Pariwisata, Sarjana Terapan Pengelolaan Perhotelan, dan Sarjana Terapan Usaha Perjalanan Wisata memperoleh peringkat Unggul.

Sementara itu, Program Doktor Pariwisata, Magister Pariwisata, Sarjana Bisnis Digital, dan Sarjana Kewirausahaan memperoleh peringkat Baik Sekali.

IP Trisakti juga memiliki alumni yang berkarier di dalam dan luar negeri, antara lain pada perusahaan perhotelan internasional, perusahaan perjalanan wisata, industri kuliner, serta bidang kewirausahaan.

Jejaring alumni dan kemitraan industri tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja. (Tri Wahyuni)

Related posts