JAKARTA (Suara Karya): Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) DKI Jakarta mencatat potensi bisnis Rp4,4 miliar melalui penjajakan kerja sama dengan buyer internasional asal Belanda dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. Peluang tersebut berasal dari dua UMKM yang difasilitasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi DKI Jakarta untuk memperluas akses pasar internasional.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Iwan Setiawan mengatakan, partisipasi UMKM Jakarta dalam ISEF merupakan bagian dari upaya memperkuat daya saing produk lokal sekaligus memperluas peluang pemasaran melalui ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.
“Partisipasi UMKM DKI Jakarta dalam ISEF 2026 mengedepankan kualitas, inovasi, dan nilai tambah produk lokal,” ujar Iwan dalam keterangannya dikutip, Sabtu (17/10/2026).
Potensi bisnis tersebut diperoleh melalui penjajakan kerja sama dengan Ben Helen Trading dari Belanda. CV Boga Rinset Indonesia dengan produk Cuan-Q mencatat potensi kesepakatan senilai Rp1,3 miliar, sedangkan PT Sejiwa Kreasi Bersama dengan merek Tepa Selira mencatat potensi bisnis sebesar Rp3,1 miliar untuk periode satu tahun ke depan.
Secara keseluruhan, kedua penjajakan itu memiliki potensi nilai bisnis Rp4,4 miliar. Nilai tersebut masih berupa potensi kesepakatan dan belum merupakan transaksi yang dipastikan terealisasi.
Menurut Iwan, ISEF menjadi sarana bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pemasaran sekaligus membangun jejaring bisnis dengan calon pembeli dan mitra distribusi.
“Pada segmen business to consumer (B2C), keikutsertaan UMKM menjadi sarana untuk menjangkau konsumen secara langsung dan memperluas pengenalan produk. Sementara itu, segmen business to business (B2B) membuka peluang bagi pelaku usaha untuk membangun jejaring bisnis dan menjajaki kerja sama dengan calon pembeli maupun mitra distribusi,” katanya.
Dalam penyelenggaraan ISEF ke-13 pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), KPwBI Provinsi DKI Jakarta memfasilitasi 22 UMKM dari sektor fesyen, kriya, dan makanan halal. Sebanyak 17 UMKM di antaranya merupakan peserta program Industri Kreatif Syariah (IKRA) Indonesia.
Iwan menjelaskan, pembinaan UMKM dilakukan secara berkelanjutan melalui penguatan kualitas produk, inovasi, dan kesiapan pelaku usaha menghadapi persaingan pasar.
“Melalui program IKRA dan fasilitasi pengembangan UMKM lainnya, KPwBI Provinsi DKI Jakarta mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan nilai tambah produk, mengembangkan jejaring pemasaran, serta mengoptimalkan potensi bisnis dalam rantai nilai industri halal,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan kapasitas usaha dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia memperkuat posisi produk lokal di pasar domestik maupun internasional.
“Ke depan, KPwBI Provinsi DKI Jakarta terus berkomitmen mendorong pengembangan UMKM melalui pembinaan berkelanjutan dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan,” kata Iwan.
ISEF 2026 mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”. Festival tersebut resmi dibuka pada 14 Oktober 2026 oleh Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo. (Boy)

