Suara Karya

Duta Muda BPJS Kesehatan Jadi Corong Edukasi JKN di Kalangan Pelajar

JAKARTA (Suara Karya): BPJS Kesehatan mendorong keterlibatan generasi muda sebagai Duta Muda untuk memperluas edukasi tentang pentingnya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di kalangan pelajar.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Jakarta Selatan, Fitria Nurlaila Pulukadang mengatakan, keberadaan Duta Muda BPJS Kesehatan itu diharapkan menjadi jembatan komunikasi bagi teman sebaya dalam mengenalkan JKN secara lebih dekat dan mudah dipahami.

Menurut dia, Duta Muda tidak secara khusus ditargetkan untuk melakukan sosialisasi formal. Namun, mereka diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus corong informasi bagi teman-teman, keluarga, dan lingkungan sekitarnya.

“Edukasi JKN kepada generasi muda penting karena pemahaman mengenai perlindungan kesehatan sebaiknya dibangun sejak dini,” kata Fitria dalam kegiatan sosialisasi JKN di Jakarta, Jumat (25/9/26).

Ketika memasuki usia produktif dan mulai bekerja, lanjut Fitria, mereka sudah memahami pentingnya memiliki jaminan kesehatan.

Ditambahkan, program edukasi tersebut juga dilakukan melalui kerja sama dengan sekolah dan perguruan tinggi. Di lingkungan kampus, materi mengenai JKN antara lain telah masuk dalam kegiatan pembelajaran di sejumlah program studi, terutama bidang kesehatan, kedokteran, dan ilmu kesehatan.

Fitria menilai, pendekatan kepada generasi muda tak cukup dilakukan ketika mereka sedang butuh pelayanan kesehatan. Kesadaran mengenai JKN perlu dibangun sebelum seseorang jatuh sakit.

“Penting sekali dari muda, mereka tahu tentang JKN. Jadi, ketika masuk fase bekerja, mereka sudah aware bahwa hidup itu harus punya jaminan, bukan hanya jaminan finansial, tapi juga jaminan kesehatan,” tegasnya.

Ia mencontohkan Jepang yang sejak usia dini mengenalkan pentingnya perlindungan kesehatan kepada masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai dapat menjadi inspirasi dalam membangun kesadaran kesehatan di Indonesia.

Melalui Duta Muda, BPJS Kesehatan berharap pesan mengenai pentingnya kepesertaan JKN, menjaga status kepesertaan tetap aktif, serta menerapkan pola hidup sehat dapat menyebar lebih luas di lingkungan generasi muda.

“Selain jadi penyampai informasi, para Duta Muda BPJS Kesehatan diharapkan mampu mengajak teman sebaya dan lingkungan terdekat untuk setidaknya tahu status kepesertaan JKN dan memahami cara mengakses layanan yang tersedia,” tuturnya.

Langkah tersebut sejalan dengan upaya BPJS Kesehatan yang kini tidak hanya berfokus memperluas cakupan kepesertaan, tetapi juga meningkatkan keaktifan peserta.

“Hingga saat ini, masih ada sekitar 157 ribu peserta yang berstatus tidak aktif kepesertaannya, dari total 2,2 juta peserta JKN di wilayah Jakarta Selatan,” ungkapnya.

Karena itu, lanjut Fitria, edukasi sejak sekolah dan perguruan tinggi menjadi bagian penting untuk membangun generasi yang tidak hanya sadar akan kesehatan, tetapi juga memahami perlindungan finansial melalui jaminan kesehatan.

Liliana: Siap Menjadi Inspirasi

Hadir dalam kesempatan yang sama, Duta Muda BPJS Kesehatan Kantor Cabang Jakarta Selatan Tahun 2026, Liliana Nur Gandi dari SMAN 37 Jakarta.

Liliana merupakan Juara 1 Duta Muda BPJS Kesehatan Tahun 2026 tingkat Kantor Cabang Jakarta Selatan, dan berhasil meraih Runner Up Duta Muda BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah IV Tahun 2026.

Siswa kelas XI tersebut memaparkan visi LIA, akronim dari Literation, Inspiration, Aspiration. Melalui konsep itu, ia ingin menjadi generasi muda yang literatif, inspiratif, dan aspiratif dalam mengedukasi serta menggerakkan masyarakat untuk memahami, memanfaatkan, dan menjaga keberlanjutan JKN.

“Bagi saya, menjadi Duta Muda bukan hanya tentang menyampaikan informasi, tetapi bagaimana informasi tersebut dapat dipahami dan memberi dampak,” ucapnya.

Ia ingin menjadi jembatan bagi generasi muda untuk mengenal JKN dengan cara yang sederhana, kreatif, dan mudah dipahami.

Untuk mewujudkan gagasannya, Liliana menyiapkan sejumlah program kerja selama satu tahun, antara lain LIA Goes to School, 1 Menit Kenal JKN, LIA Digital Campaign, LIA Inspiration, LIA Aspiration, dan LIA Healthy Generation.

Program tersebut mencakup edukasi JKN di sekolah, kampanye digital, pengembangan budaya hidup sehat, serta ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan aspirasi terkait JKN.

Perempuan yang akrab disapa Lia tersebut mengungkapkan, gagasan yang disampaikan lahir dari pengalamannya berinteraksi dengan teman-teman sebaya.

“Masih ada anggapan, ketika sakit, seseorang tinggal menggunakan JKN dan mendapat pengobatan. Padahal, generasi muda juga perlu memahami pentingnya menjaga kesehatan sebelum sakit serta mengetahui layanan dan informasi JKN yang tersedia,” tuturnya.

Liliana sendiri mulai mengenal BPJS Kesehatan sejak kecil dan terbiasa mengedukasi keluarganya. Apalagi, ayahnya pernah sakit parah, dan butuh layanan JKN. “Karena orangtua saya gagap teknologi, saya yang buatkan aplikasi Mobile JKN,” ujarnya.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan ia ingin memperluas edukasi ke masyarakat. Ia juga semakin paham soal Program JKN setelah terpilih sebagai Duta Muda BPJS Kesehatan.

“Sebelum bertugas sebagai Duta Muda, sata mendapat pembekalan melalui online bootcamp selama 3 thari dan karantina selama 5 hari,” ujarnya.

Dari pembekalan itu, Liliana belajar, mengajak masyarakat memahami JKN tak harus dilakukan dengan tekanan. Informasi justru perlu disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah diterima.

“Kalau mau mengajak orang, kita mengedukasi dulu, bukan memberi pressure,” pungkasnya.

Kini, di tengah kesibukan sekolah dan aktivitas organisasi, Liliana bersiap menjalankan program-programnya. Ia ingin menjadikan peran Duta Muda bukan sekadar predikat, tetapi jembatan yang membuat generasi muda lebih dekat dengan JKN. (Tri Wahyuni)

Related posts