Suara Karya

CBUT Raih Top Corporate Award 2026, Kantongi Laba Rp169,66 Miliar pada Semester I

JAKARTA (Suara Karya): PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT), perusahaan yang bergerak di industri hilir kelapa sawit, meraih Top Corporate Award 2026 atas keberhasilannya membangun merek korporasi dan membukukan kinerja keuangan positif. Penghargaan ini diraih di tengah dinamika industri kelapa sawit dan perubahan kondisi pasar global.

Kinerja keuangan CBUT menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, perseroan membukukan pendapatan Rp13,9 triliun dengan laba Rp106,17 miliar dan total aset mencapai Rp4,1 triliun.

Momentum tersebut berlanjut pada semester I 2026. Hingga akhir kuartal II, CBUT mencatatkan pendapatan Rp9,3 triliun dan laba Rp169,66 miliar.

Direktur Utama PT Citra Borneo Utama Tbk Rorry Christian Tobing mengatakan, pencapaian tersebut ditopang oleh fokus bisnis pada hilirisasi kelapa sawit, disiplin operasional, serta kemampuan perusahaan beradaptasi terhadap perubahan pasar.

Menurut dia, ketiga aspek tersebut menjadi dasar perseroan dalam menjaga efisiensi, mengendalikan biaya, dan mengelola risiko usaha.

CBUT juga menerapkan empat pilar budaya kerja, yakni Highly Productivity, Highly Efficiency, Zero Fraud, dan Zero Accident. Keempatnya menjadi pedoman dalam meningkatkan produktivitas, menjaga efisiensi, memperkuat integritas, serta memastikan keselamatan kerja.

Di tengah fluktuasi harga komoditas dan perubahan permintaan, perseroan menjalankan strategi melalui efisiensi di sepanjang rantai nilai, pengelolaan keuangan secara hati-hati, serta penguatan hubungan dengan pelanggan dan pemasok.

Sebagai perusahaan yang berfokus pada industri hilir, CBUT juga berupaya meningkatkan nilai tambah produk melalui proses pengolahan yang efisien. Untuk menjaga kesinambungan bahan baku, perseroan memperkuat kemitraan strategis, termasuk dukungan pasokan dari perusahaan dalam kelompok usaha terintegrasi, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS).

Perseroan turut menerapkan pengelolaan persediaan dan harga secara disiplin, memperluas diversifikasi produk dan pasar, serta meningkatkan porsi produk bernilai tambah. Penguatan likuiditas juga menjadi bagian dari strategi untuk menjaga fleksibilitas menghadapi perubahan pasar.

Perkuat Hilirisasi dan Pasar Ekspor

Rorry mengatakan, pengembangan industri hilir menjadi salah satu arah strategis CBUT untuk memperkuat daya saing bisnis kelapa sawit. Melalui hilirisasi, produk kelapa sawit dapat diolah lebih lanjut sehingga menghasilkan nilai tambah bagi industri nasional.

Dalam pengembangan bisnisnya, CBUT berfokus pada produk pangan turunan kelapa sawit, termasuk minyak goreng, olein, dan stearin. Perseroan juga membuka peluang pengembangan produk bernilai tambah lainnya dengan mempertimbangkan kesiapan teknologi, kapasitas produksi, dan kelayakan ekonomi.

Dari sisi pemasaran, CBUT mengombinasikan penjualan domestik dengan pengembangan pasar ekspor. Strategi ini dijalankan untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus mengurangi ketergantungan pada segmen pasar atau pelanggan tertentu.

Selain penguatan bisnis, perseroan menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Upaya tersebut mencakup kepatuhan terhadap regulasi dan standar keberlanjutan yang relevan, termasuk Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

CBUT juga memperkuat ketertelusuran rantai pasok, menerapkan praktik tanpa deforestasi, meningkatkan efisiensi energi, serta mengelola limbah di fasilitas produksi. Perseroan turut mendorong kemitraan yang adil dengan pemasok dan kontribusi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Empat Prioritas CBUT pada 2027

Memasuki 2027, CBUT menetapkan empat prioritas bisnis, yaitu menjaga pertumbuhan berkelanjutan, memperluas portofolio produk bernilai tambah, memperkuat jangkauan pasar terutama ekspor, serta meningkatkan efisiensi dan digitalisasi operasional.

“Perusahaan juga akan terus memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan dan tata kelola sebagai fondasi untuk menjaga kepercayaan investor, mitra bisnis, dan pemangku kepentingan lainnya,” ujar Rorry.

Menurut dia, Top Corporate Award 2026 akan menjadi tolok ukur internal bagi perusahaan untuk meningkatkan standar kinerja melalui target terukur dan evaluasi berkala.

Ke depan, CBUT berencana melanjutkan investasi pada teknologi, kapasitas produksi, dan pengembangan sumber daya manusia. Inovasi produk serta transparansi komunikasi dengan pemegang saham, regulator, dan publik juga menjadi bagian dari strategi perusahaan. (Boy)

Related posts