Demi Pemajuan Budaya, Kemdikbud akan Gelar 13 Festival

0

JAKARTA (Suara Karya): Ditjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan gelar 13 festival di 9 wilayah selama kurun waktu 2018. Gelaran tersebut bagian dari implementasi Undang-Undang (UU) No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

“Lewat UU No 5/2017 kegiatan kebudayaan dilakukan lebih sistematis. Karena setiap daerah wajib merumuskan PPKD (Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah),” kata Dirjen Kebudayaan, Kemdikbud, Hilmar Farid usai penandatanganan rencana kegiatan 13 festival kebudayaan, di Jakarta, Selasa (3/7).

Hadir dalam kesempatan itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy.

Hilmar menjelaskan, hingga akhir Juni 2018 tercatat sudah ada 3 kabupaten dan 3 kota yang berhasil menetapkan PPKD-nya. Disebutkan, Kabupaten Ponorogo, Tulungagung dan Blora. Untuk kota ada Kota Palu, Ambon dan Malang.

“Meliat antusias kabupaten/kota dalam membuat PPKD, kami optimis pada November mendatang, saat digelar Kongres Kebudayaan sudah ada 300 kabupaten/kota telah memiliki PPKD. Kongres akan membahas pengembangan flatform Indonesiana,” ujarnya.

Ditambahkan, flatform Indonesiana merupakan kegiatan kebudayaan yang diharapkan berjalan secara berkesinambungan. Kegiatan budaya dalam bentuk festival itu juga digunakan untuk menguatkan karakter bangsa.

“Festival budaya tak hanya mengangkat keunikan daerah, tetapi juga ketersambungan daerah. Karena lewat festival tersebut, diharapkan kesejahteraan masyarakat meningkat lewat kehadiran turis dalam maupun luar negeri,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Hilmar, lewat festival diharapkan terjadi peningkatan profesional individu pelaku budaya, kohesi sosial dan pemerataan kesempatan serta pengembangan budaya yang seimbang di daerah, antara pelestarian dan pemajuan.

“Selama ini unsur gotong royong dalam penyelenggaraan kegiatan kebudayaan kurang diperhitungkan. Lewat Indonesiana, kita ajak Pemda dan masyarakat untuk bersama-sama memajukan kebudayaan Indonesia,” ucap Hilmar menandaskan.

Ia menyebut 13 festival yang akan digelar hingga akhir tahun 2018, yaitu Festival Fulan Fehan di Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 3-27 Juli, Festival Budaya Saman di Gayo Lues, Aceh pada 4 September-24 November, International Gamelan Festival pada 9-16 Agustus di sejumlah kota di Jawa Tengah.

Selain itu ada Festival Bebunyian Sintuvu pada 10 Agustus-Oktober di sejumlah kota di Sulawesi Tengah, Festival Seni Multatuli pada 6-9September di Lebak Banten, Silek Art Festival di sejumlah kota di Sumatera Barat pada 7 September-30 November dan Festival Foklor Blora pada 12-15 September.

“Dua festival lainnya adalah Amboina International Bamboo Wind Music Festival di Ambon Maluku pada 23-27 Oktober serta Indonesia Weaving Festival di Tapanuli Utara, Sumatera Utara pada 14-17 Oktober,” ucap Hilmar. (Tri Wahyuni)