
JAKARTA (Suara Karya): Perekonomian DKI Jakarta masih mencatat kinerja positif di triwulan III 2025. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan pertumbuhan 4,96% secara tahunan (yoy), meskipun melambat dibanding triwulan sebelumnya yang mencapai 5,18%. Jakarta tetap menjadi motor perekonomian dengan kontribusi 16,39% terhadap ekonomi nasional.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Yosamartha, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi masih ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, serta lonjakan konsumsi pemerintah. Sementara dari sisi lapangan usaha, sektor informasi dan komunikasi, perdagangan, serta jasa perusahaan memberikan dorongan terbesar.
Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,01% (yoy), ditopang insentif pemerintah seperti diskon transportasi, PPN ditanggung pemerintah untuk tiket pesawat, tambahan bansos sembako, subsidi upah, dan diskon iuran jaminan kecelakaan kerja. Namun, mobilitas masyarakat yang kembali normal pasca-liburan sekolah dan minimnya hari libur nasional membuat pertumbuhan tidak sekuat triwulan II.
Pertumbuhan investasi juga melambat menjadi 3,67% (yoy) dari 5,50%, akibat tingginya ketidakpastian ekonomi yang membuat pelaku usaha menahan ekspansi. Walau demikian, proyek strategis pemerintah dan swasta yang masih berjalan menahan perlambatan lebih dalam.
Sebaliknya, konsumsi pemerintah tumbuh mencolok hingga 20,06% (yoy), didorong peningkatan belanja barang, subsidi, dan bansos pada semester II 2025 untuk menjaga daya beli masyarakat.
Dari sektor eksternal, ekspor masih tumbuh 8,57% (yoy) namun lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang mencapai 17,26%. Ekspor ditopang logam mulia, minyak dan lemak hewan nabati, sementara beberapa komoditas lain melemah. Impor juga melambat menjadi 7,92% (yoy), terutama karena penurunan impor bahan baku dan barang konsumsi.
Di sisi lapangan usaha, sektor informasi dan komunikasi menjadi pendorong utama setelah naik 6,72% (yoy), seiring meningkatnya penggunaan layanan internet. Aktivitas event, perjalanan, dan MICE juga membuat sektor perdagangan, jasa perusahaan, akomodasi, serta transportasi tetap ramai di Jakarta.
Yosamartha menegaskan, Bank Indonesia DKI Jakarta akan terus memonitor perkembangan ekonomi global dan domestik, sekaligus memperkuat koordinasi dengan Pemprov DKI untuk menjaga pertumbuhan tetap kuat, inklusif, dan berkelanjutan. (Boy)
