JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) akan mengintegrasikan Asesmen Nasional (AN) ke Tes Kemampuan Akademik (TKA). Kebijakan itu diambil untuk menyederhanakan evaluasi pendidikan, sekaligus memperkuat kebijakan berbasis data.
“Integrasi AN ke TKA dilakukan agar sekolah tak lagi dibebani terlalu banyak ujian. Jadi mulai 2026, AN sudah terintegrasi ke TKA,” kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam acara Taklimat Media terkait evaluasi pelaksanaan TKA 2025, di Jakarta, Senin (22/12/25).
Mendikdasmen menjelaskan, secara konsep TKA berfokus pada capaian akademik individu murid, sementara Asesmen Nasional mengukur mutu sistem pendidikan, termasuk lingkungan belajar dan proses pembelajaran di sekolah.
“Melalui integrasi ini, keduanya akan dilaksanakan dalam satu proses yang terkoordinasi. Makna evaluasi terhadap satuan pendidikan tetap ada melalui AN dan evaluasi capaian individu tetap berjalan melalui TKA. Keduanya saling menguatkan,” tuturnya.
Ditambahkan, integrasi akan dimulai pada jenjang SD (kelas 6) dan SMP (kelas 9), sedangkan TKA untuk kelas 12 tetap dilaksanakan pada November 2026. Dengan kebijakan ini, pemerintah memastikan tak ada lagi pelaksanaan AN secara terpisah.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Toni Toharudin menegaskan, integrasi TKA dan AN bukan sekadar efisiensi teknis, tetapi perubahan paradigma evaluasi pendidikan.
“Data TKA dan AN akan menjadi satu kesatuan informasi yang utuh untuk menyusun kebijakan pendidikan yang tepat sasaran, adil, dan kontekstual sesuai keberagaman sekolah di Indonesia,” katanya.
Hasil TKA dan AN akan digunakan sebagai baseline nasional untuk perbaikan pembelajaran, penguatan kurikulum, peningkatan kualitas guru, serta perancangan program pendampingan yang berbeda antarwilayah.
Toni mengungkapkan, kebijakan integrasi itu juga menjawab kritik publik terkait sistem pendidikan yang dinilai terlalu sarat ujian. Dengan menyatukan TKA dan AN, pemerintah berharap frekuensi tes berkurang, namun kualitas data evaluasi justru meningkat.
“Tujuan TKA maupun AN bukan untuk meranking sekolah, atau membandingkan daerah secara sederhana. Ini adalah cermin bersama untuk melihat apa yang sudah efektif dan apa yang perlu diperbaiki di kelas,” ucap Toni menegaskan.
Pendaftaran TKA terintegrasi untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan dibuka pada 19 Januari-28 Februari 2026, dengan pelaksanaan TKA SMP pada 6-16 April 2026 dan SD pada 20-30 April 2026.
“Hasil evaluasi akan diumumkan pada 24 Mei 2026, selaras dengan kebutuhan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB),” katanya.
Melalui integrasi TKA dan AN ini, pemerintah menargetkan sistem evaluasi pendidikan yang lebih sederhana, berdampak, dan berorientasi pada perbaikan pembelajaran, bukan sekadar pengukuran angka. (Tri Wahyuni)
