JAKARTA (Suara Karya): Dunia keamanan nasional kini memasuki babak baru. Asosiasi Pengguna Jasa Sekuriti Indonesia (APJASI) bersama Baharkam Polri dan didukung Astra, resmi meluncurkan Standar Kompetensi Spesialisasi Satuan Pengamanan (Satpam).
Peluncuran tersebut dilakukan dalam forum bergengsi Indonesia Security Summit 2025 yang digelar di Menara Astra, Jakarta pada 25-26 Agustus 2025 lalu.
Standar kompetensi baru itu diharapkan dapat menjawab kebutuhan mendesak dunia usaha dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks, mulai dari serangan siber, dinamika sosial-politik, hingga kerentanan rantai pasok.
Ketua Umum APJASI, Leonard Abdul Aziz kepada media, di Jakarta, Rabu (3/9/25) menjelaskan, Satpam saat ini dituntut melampaui keterampilan teknis dasar.
“Profesionalisme satpam harus berbasis spesialisasi. Mereka harus memiliki kompetensi sesuai dinamika ancaman modern, termasuk keamanan digital, potensi gangguan sosial, hingga perlindungan supply chain,” ujarnya.
Kehadiran standar kompetensi ini, lanjut Leonard Abdul Aziz adalah pijakan penting untuk meningkatkan kapasitas pengamanan
Hal senada dikemukakan Kepala Korps Pembinaan Masyarakat Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korbinmas Baharkam Polri) Irjen Pol Edy Murbowo, SIK, MSi. Ia menekankan pentingnya sinergi antar pihak.
“Ini langkah penting membangun sistem keamanan nasional yang lebih adaptif. Kolaborasi Polri, APJASI, dan dunia usaha memastikan Satpam memiliki kemampuan setara dengan tantangan zaman,” ucapnya.
Leonard Abdul Aziz menambahkan, kegiatan ‘Indonesia Security Summit 2025’ diikuti lebih dari 575 peserta dari beragam institusi, mulai dari pelaku usaha, perusahaan jasa keamanan, kementerian teknis, kepolisian, akademisi, hingga masyarakat umum.
Sejumlah narasumber papan atas ikut berbagi wawasan, antara lain Philip J Vermonte (CSIS); Selly Irfandy (Astra); Indarto Wibowo (SKK Migas); Budi Haryanto (VP HSSE PT Mineral Industri Indonesia); Dispriyansah (EVP HSSE PLN); Lisda Dwi Rahayu (PT Elnusa), Prof Adrianus Meliala (UI), hingga praktisi internasional.
Mereka membedah isu strategis seputar keberlangsungan usaha, penguatan rantai pasok, dan mitigasi risiko dalam iklim investasi yang penuh ketidakpastian.
Puncak acara ditutup denga penganugerahan Astra Security Competition Award, Kabaharkam Award, dan APJASI Award kepada individu maupun perusahaan yang menunjukkan dedikasi dan inovasi di bidang keamanan.
Tak hanya seminar, summit juga dimeriahkan dengan kompetisi unik seputar dunia keamanan, mulai dari karate, investigasi, analisis risiko, halang rintang, hingga cerdas cermat. (Tri Wahyuni)
