JAKARTA (Suara Karya) : Pendekatan Problem-Based Learning (PBL) menjadi salah satu metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kreativitas dan pemahaman siswa dalam berbagai bidang studi, termasuk sains.
“Melalui PBL menjadi pendekatan sangat relevan dalam mengedepankan pembelajaran pada siswa,”tegas Dosen Pembimbing Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) program studi Fisika FMIPA Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Dr. Iwan Sugihartono di Jakarta, kemarin.
Menurutnya, melalui program PBL diharapkan memberikan kebebasan dan tanggung jawab yang lebih dalam memilih dan mengelola pembelajaran pada siswa sendiri. Hal itu sangat tepat dalam konteks Kurikulum Merdeka.
“Kami yakin, dengan penggunaan Pendekatan Problem-Based Learning dalam implementasi Kurikulum Merdeka akan memberikan dampak positif pada kreativitas sains siswa, ” paparnya.
Dikatakannya, mengapa semua itu terjadi? Semua itu tentu saja adanya pengalaman langsung yang diperoleh para siswa ketika harus menyelesaikan berbagai masalah sainstifik secara nyata dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, melalui lingkungan belajar kolaboratif, dan dorongan untuk berpikir kritis yang muncul secara alamiah.
Dengan begitu menurutnya, pendekatan PBL siswa akan mampu mengasah kreativitas dan keterampilan sains mereka dengan lebih efektif dan kreatif.
Dalam rangka mendukung program Kurikulum Merdeka katanya, kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dibawah bimbingannya, telah mengadakan seminar yang dilaksanakan secara daring dengan tema “Peningkatan Kreativitas Sains Siswa melalui Pendekatan Problem-Based Learning sebagai Implementasi Kurikulum Merdeka”.
Kegiatan seminar yang berlangsung hari Sabtu, 29 Juli 2023 merupakan rangkaian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat terintegrasi kuliah kerja nyata dengan topik Peningkatan Kreativitas Sains Fisika Menggunakan Pendekatan Problem Based Learning dengan Alat Peraga Berbasis Multi-Sensor.
Kegiatan pengabdian masyarakat katanya, merupakan program dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) agar antara dosen dan mahasiswa terjalin mualisme positif untuk menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat serta mendukung program pemerintah dalam pembangunan nasional.
Seminar
Pelaksanaan Seminar yang menggandeng mitra dari CV Jyotis Cemerlang dan berkerja sama dengan SMA PKP Jakarta Islamic School Yayasan Pondok Karya Pembangunan (PKP) secara teknis dilakukan oleh mahasiswa dari program studi Fisika FMIPA Universitas Negeri Jakarta yang terdiri dari Shafa Rahma Cyrilla, Vivi Fitriyani, Siska Miati Jati Ningsih, Bayyinah, Immanuellla Senja Dwi, dan Abdullah Mu’adz Muflih.
Kegiatan yang berlangsung secara daring pada tanggal 29 Juli 2023 sangat antusias diikuti guru-guru dari SMA PKP Jakarta Islamic School Yayasan Pondok Karya Pembangunan (PKP).
Dr. Iwan Sugihartono sebagai Dosen pembimbing kegiatan pengabdian masyarakat terintegrasi kuliah kerja nyata (KKN) dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat berguna dalam meningkatkan pemahaman guru tentang kurikulum merdeka.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat terjalin kemitraan yang lebih luas antara Universitas Negeri Jakarta dengan pihak SMA PKP Jakarta Islamic School Yayasan Pondok Karya Pembangunan (PKP).
Hal senada diungkapkan Tommy B Erlangga, S.TP selaku wakil kepala sekolah dalam sambutannya mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan seminar pendidikan yang mengusung tema kurikulum merdeka dan peran problem based learning.
PBL berfokus pada pemecahan masalah yang relevan dengan kehidupan nyata. Siswa diajak untuk merumuskan dan menyelesaikan masalah-masalah sains yang nyata dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, siswa merasa terlibat secara emosional dan intelektual, yang mendorong kreativitas dalam mencari solusi dan menghadapi tantangan.
Jaja Jamaludin, S.Pd, M.Si dalam paparannya menekankan juga bahwa melalui implementasi pendekatan belajar PBL di dalam kurikulum merdeka tentunya dapat mewujudkan kompetensi abad 21 berupa creative thinking, critical thinking, and problem solving, communication dan collaboration.
Sejalan dengan itu, Direktur Pendidikan Yayasan Pondok Karya Pembangunan, Drs. Yayat W. Herianto, M.M., M.Ikom mengatakan bahwa, Kurikulum Merdeka adalah pendekatan pendidikan yang menekankan kebebasan, kreativitas, dan pemberdayaan dalam proses pembelajaran.
Melalui kurikulum ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang lebih mandiri, kreatif, dan siap menghadapi tantangan dunia modern. Dengan konsep ini, siswa diberikan lebih banyak otonomi dalam menentukan jalannya pembelajaran. Kurikulum Merdeka tidak hanya berkaitan dengan materi pelajaran, tetapi juga mengenai bagaimana siswa belajar, bagaimana mereka berkolaborasi, dan bagaimana mereka mengembangkan keterampilan diri.
Sedang pada sesi diskusi, Yayat W Heriyanto juga memberikan informasi bahwa, untuk mengimplementasikan program kurikulum merdeka terdapat sosok guru yang disebut sebagai guru penggerak. Adanya guru penggerak di sekolah tentunya memiliki peranan tidak hanya membantu program pemerintah dalam menyampaikan informasi namun juga sebagai fasilitator, mentor, dan inspirator bagi siswa.
Pada kesempatan terpisah, peserta kegiatan seminar sangat mengapresiasi kegiatan seminar secara online tersebut dan menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para guru untuk memperoleh informasi secara komprehensif tentang kurikulum merdeka dan peran dari pendekatan PBL dalam kegiatan belajar mengajar. (Warso)
