MALANG (Suara Karya): PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood) membawa semangat transformasi digital, kreativitas, kepemimpinan, dan keberlanjutan kepada lebih dari 350 mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur.
Pesan tersebut disampaikan Direktur Garudafood, Fransiskus Johny Soegiarto dalam kuliah umum program ‘Sahabat Inspirasiku’ di Auditorium Gedung Widyaloka UB, pada Kamis (1/10/26).
Kegiatan yang merupakan bagian dari program Garudafood Sehati pilar Pendidikan itu mengusung tema ‘Creativity and Leadership’ dengan menggandeng Trans7 Mengajar.
Fransiskus Johny, yang merupakan alumnus Teknik Mesin UB membagikan perjalanan bisnis Garudafood dari usaha keluarga di Pati, Jawa Tengah, hingga berkembang menjadi salah satu perusahaan makanan dan minuman terkemuka di Indonesia.
Menurut dia, perjalanan tersebut tidak terlepas dari kemampuan perusahaan untuk terus beradaptasi terhadap perubahan, termasuk melalui transformasi digital dan pemanfaatan teknologi.
“Dari usaha keluarga di Pati, Garudafood tumbuh menjadi salah satu pemimpin fast-moving consumer goods (FMCG) di Indonesia karena kami terus beradaptasi,” tuturnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Garudafood membangun sistem terintegrasi dan memanfaatkan data, otomasi, serta kecerdasan buatan (AI) agar keputusan dapat diambil lebih cepat dan operasional lebih tangguh.
Ditambahkan, transformasi digital yang dilakukan Garudafood dalam satu dekade terakhir mencakup pembangunan fondasi sistem terintegrasi, penerapan end-to-end process excellence, pemanfaatan data dan advanced analytics, hingga otomatisasi dan AI.
Teknologi tersebut diterapkan dalam berbagai lini operasional perusahaan, mulai dari Enterprise Resource Planning (ERP), smart manufacturing, platform penjualan digital, hingga sistem keamanan operasi berbasis AI.
“Pendekatan ini juga memungkinkan kami untuk lebih agile dalam merespons perubahan di tengah ketidakpastian bisnis yang semakin dinamis. Bagi kami, teknologi adalah alat untuk menghadirkan produktivitas, ketangkasan (agility), dan keberlanjutan bisnis,” katanya.
Fransiskus Johny juga mengajak mahasiswa UB tidak berhenti pada kemampuan menggunakan teknologi. Menurut dia, generasi muda perlu mampu mengubah pengetahuan dan kemampuan digital menjadi solusi atas berbagai persoalan nyata.
“Generasi muda sekarang lahir di era digital, dan itu menjadi keunggulan besar. Mari belajar menyelesaikan masalah dengan data dan kolaborasi,” ujarnya.
Selain transformasi digital, Fransiskus Johny memaparkan langkah Garudafood dalam membangun bisnis yang berkelanjutan. Komitmen itu bertumpu pada 4 pilar, yakni lingkungan, manusia, komunitas, dan tata kelola.
Sepanjang 2025, konsumsi energi baru terbarukan (EBT) Garudafood meningkat 117 persen. Kondisi tersebut mendorong kenaikan bauran EBT dari 4,55 persen menjadi 10,24 persen dari total konsumsi energi perusahaan.
Capaian tersebut, antara lain ditopang pemanfaatan biomassa serta instalasi panel surya dengan kapasitas terpasang mencapai 3,4 megawatt (MW).
Garudafood juga mencatat penurunan intensitas emisi gas rumah kaca sebesar 9,21 persen, terutama melalui konversi steam boiler dari gas ke biomassa yang didukung peremajaan kompresor udara.
Di sisi pengelolaan limbah, sebanyak 99 persen limbah organik sisa produksi dimanfaatkan kembali, terutama sebagai pakan ternak. Sementara tingkat kecelakaan kerja berhasil turun 44 persen.
Komitmen keberlanjutan juga dilakukan di sisi hulu melalui kemitraan dengan lebih dari 460 petani kacang dan 4.400 peternak sapi perah.
Dalam kesempatan tersebut, Garudafood juga mengungkapkan kerja sama yang tengah dirintis bersama UB dalam pemanfaatan biofertilizer atau pupuk hayati hasil karya Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) UB.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk membantu mengatasi persoalan produktivitas dan kualitas hasil tanam kacang tanah.
Hingga September 2026, uji coba biofertilizer telah memasuki musim tanam kedua dengan luas lahan mencapai 625 meter persegi.
Garudafood berharap inovasi tersebut dapat berkembang menjadi solusi yang efektif dan dapat direplikasi untuk meningkatkan hasil panen sekaligus kesejahteraan petani mitra.
Sekretaris Universitas UB, Dr Tri Wahyu Nugroho, SP, MSi mengapresiasi, kehadiran Sahabat Inspirasiku di lingkungan kampus. Karena berbagi pengalaman langsung dari dunia industri dapat memperkaya wawasan mahasiswa dalam menghadapi perubahan dunia kerja.
“Kami mengapresiasi Garudafood dan Trans7 yang telah berbagi pengalaman langsung dengan mahasiswa. Semoga wawasan kreativitas dan kepemimpinan hari ini menjadi bekal mereka untuk memimpin di masa depan,” ujar Tri Wahyu.
Kuliah umum juga menghadirkan VP of HR & GS Trans7, Antonius Refijanto sebagai narasumber. Kehadiran pemimpin dari industri mamin (makanan dan minuman), serta industri media memberi perspektif yang lebih luas kepada mahasiswa mengenai pentingnya kreativitas dan kepemimpinan dalam menghadapi perubahan.
Program Sahabat Inspirasiku merupakan inisiatif Garudafood Sehati yang menghadirkan sesi berbagi pengalaman dari level staf hingga manajemen puncak kepada pelajar, komunitas, dan mahasiswa.
Sebelumnya, program tersebut telah hadir di Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan IPB University pada 2025.
Pada 2026, kegiatan serupa digelar di Universitas Diponegoro, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan kini Universitas Brawijaya.
Garudafood berharap mahasiswa tak hanya memahami perkembangan teknologi, tetapi juga mampu membangun kreativitas, kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, serta pola pikir adaptif untuk menjawab tantangan industri di era digital dan AI.
Kegiatan Sahabat Inspirasiku merupakan bagian dari Garudafood Sehati, program tanggung jawab sosial Garudafood yang berlandaskan lima pilar, yaitu pendidikan, bantuan kemanusiaan, lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan kesehatan.
Melalui pilar pendidikan, Garudafood menegaskan komitmennya untuk ikut mendukung pengembangan SDM Indonesia agar mampu menjadi generasi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing di tengah perubahan teknologi dan disrupsi industri. (Tri Wahyuni)

