JAKARTA (Suara Karya): Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengundang insan perfilman Indonesia untuk berdiskusi seputar perkembangan industri layar lebar di Tanah Air dan dukungan pemerintah dalam memajukan sektor itu.
Diskusi bertajuk ‘Ngopi Pagi’ di Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), Senayan Jakarta, Senin (4/11/24) itu berlangsung santai, namun tetap berbobot.
Menteri Kebudayaan menegaskan, pentingnya film sebagai produk budaya perlu diapresiasi dan didorong agar terus berkembang. “Ini merupakan bagian dari tugas Kementerian Kebudayaan, karena film adalah produk budaya,” ujarnya.
Ditambahkan, perfilman Indonesia kini menunjukkan peningkatan signifikan baik dari sisi jumlah penonton maupun apresiasi publik. “Selamat kepada insan perfilman Indonesia yang telah menggerakkan film Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ucapnya.
Dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta, menurut Fadli Zon, Indonesia memiliki potensi pasar film yang sangat besar. “Semoga film Indonesia dapat diterima di kancah internasional dan menjadi bagian dari diplomasi budaya,” tuturnya.
Ia memberi apresiasi kepada sineas Indonesia yang mendapat pengakuan di festival-festival film internasional yang bergengsi. “Potensi cerita dari nusantara, termasuk cerita-cerita fiksi kreatif dan yang mengandung nilai-nilai budaya, perlu lebih dieksplorasi,” ucapnya.
Ia berharap film Indonesia bisa mendapat penghargaan seperti Academy Awards, karena Indonesia memiliki kekayaan cerita dan imajinasi yang kuat.
Serangkaian ajang perfilman siap diselenggarakan dalam waktu dekat, dengan dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan, antara lain Malam Anugerah Festival Film Indonesia (FFI) 2024 yang akan berlangsng pada 20 November 2024.
“Saya berharap FFI dapat menjadi ajang yang terus mewadahi film-film terbaik Indonesia. Mudah-mudahan gelaran tersebut menjadi sarana tempat lahirnya sineas-sineas insan perfliman,” pungkas Menteri Kebudayaan.
Dalam kegiatan Ngopi Pagi bersama Menteri Kebudayaan itu dibahas berbagai aspek yang berkaitan dengan penguatan ekosistem perfilman di Tanah Air. Hadir antara lain asosiasi bidang perfilman dan komunitas film.
Kesempatan itu menjadi momen bagi Menteri Kebudayaan untuk menyerap aspirasi dari insan perfilman. “Pertemuan ini memiliki satu tujuan yang sama, yaitu menciptakan ekosistem perfilman yang kondusif sehingga lahir karya-karya terbaik yang bisa merepresentasikan Indonesia,” ucapnya.
Kegiatan Ngopi Pagi menjadi langkah awal Kementerian Kebudayaan untuk membangun dialog dengan para pemangku kepentingan di bidang kebudayaan seperti seniman musik, lukis, tari, serta pemangku kebudayaan lainnya demi memperkuat ekosistem budaya Indonesia. (Tri Wahyuni)
