Suara Karya

IRN Kembali Beri Dana Riset bagi 58 Mahasiswa Akhir

JAKARTA (Suara Karya): Indofood Riset Nugraha (IRN) kembali beri dana penelitian bagi mahasiswa akhir untuk menyelesaikan pendidikan sarjananya. Dana yang dialokasikan mencapai Rp3 miliar untuk 58 mahasiswa.

“Selain bantuan dana, mereka juga mendapat pendampingan dan bimbingan teknis dari tim pakar IRN,” kata Ketua Program IRN yang juga Direktur PT Indofood Sukses Makmur, Suaimi Suriady dalam usai menyerahkan bantuan dana riset kepada 58 mahasiswa, di Jakarta, Kamis (6/9).

Hadir dalam kesempatan itu, Direktur Indofood Sukses Makmur Fransiscus Welirang, Ketua Tim Pakar IRN, Purwiyatno Hariyadi dan Ketua Tim Pakar IRN periode (1998-2018).

Suaimi menjelaskan, program IRN hingga kini masih menarik minat mahasiswa. Tahun ini ada 224 proposal yang masuk yang merujuk pada tema yaitu, kemandirian pangan berbasis potensi dan kearifan lokal secara berkelanjutan. Dari jumlah itu, 58 proposal telah disetujui.

Disebutian, penelitian mahasiswa fokus pada sumberdaya laut, perikanan dan sumberdaya darat seperti jagung, gandum, pisang, kelapa sawit, kedelai, sagu, rempah-rempah, daging, susu dan komoditas lokal unggul lain yang sesuai.

“Banyak hal baru dari penelitian mahasiswa yang bisa dikembangkan lebih lanjut. Sehingga bisa memberi kontribusi positif bagi ketahanan pangan dan gizi di Indonesia,” tuturnya.

Ditambahkan, hal berbeda dari program IRN tahun ini adalah pemilihan peneliti terbaik. Terpilih 3 nama yaitu Fadjar Rachman Adji dari Universitas Gadjah Mada, Grace Aprilia Tang’a dari Universitas Cendrawasih dan Junda Fauzul Izza dari Univertas Brawijaya Malang.

Penelitian Fadjar soal pengaruh pemberian jus buah bit terhadap kadar Vo2 maks pada atlet sepak bola remaja. Sedangkan Grace membahas pengembangan produk yogurt si buah merah dari Papua sebagai penghambar radikal bebas.

Penelitian Junda terkait pemanfaatan rhizobakteri pada beberapa gulma D Ub forest sebagai agens antagonis untuk mengendalikan layu bakteri ralstonia solanacearus pada kentang.

“Para pemenang akan mendapat hadiah berupa scientific tour ke Singapura, guna melihat proses penelitian disana dan melihat kecanggihan sarana dan prasarananya,” ucap Suaimi. (Tri Wahyuni)

Related posts