JAKARTA (Suara Karya): Kalbis Institute berkolaborasi dengan MARI Institute menggelar pelatihan dan seminar bersertifikat untuk melatih kemampuan ‘public speaking’ mahasiswa.
Acara dengan tema ‘Becoming a TV Host’ diikuti mahasiswa Ilmu Komunikasi Kalbis Institute angkatan 2021-2022. Acara dipandu pembicara kondang, Caesar Gunawan yang sehari-hari menjadi penyiar radio di JAK FM dan presenter Entertainment News NET TV.
Ia membeberkan pengalamannya seputar ‘public speaking’ dan TV Host. Diharapkan, mahasiswa yang ingin berkecimpung sebagai master of ceremony (MC), pembicara dan TV host memiliki wawasan terkait profesi yang akan dijalani di masa depan.
“Pelatihan bersertifikasi ini diharapkan akan meningkatkan soft skill mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Kalbis institute dalam bidang ‘public speaking’,” kata Corporate Communication MARI Institute, Dhana Rahmatesa di sela kegiatan, di Jakarta, Selasa (27/6/23).
Dhana menambahkan, pelatihan dan seminar bersertifikasi itu diadaptasi dari 4 pilar yang menjadi visi MARI institute. Yaitu, mengedukasi peserta dengan materi yang terkait dengan broadcasting, public speaking, social media, creative komunikasi.
“Beragam ilmu dan pengalaman baru ini akan meningkatkan keahlian mahasiswa, sekaligus menumbuhkan ‘passion’ yang baik untuk bekal kesiapan kerja atau magang mahasiswa Kalbis Institute,” tuturnya.
Materi yang diberikan dalam seminar akan membuka wawasan mahasiswa, karena mengulas strategi, tips dan trik ‘public speaking’, teknik berbicara yang jelas dan lugas, serta cara bagaimana membangun personal branding untuk memulai karir menjadi TV Host pemula.
Mahasiswa juga ditantang untuk praktik langsung dengan menjadi MC, yang dinilai langsung oleh pembicara. Acara diakhiri dengan radio tour di kantor MARI Institute yang bertujuan untuk pengenalan singkat cara menggunakan alat-alat penunjang di studio radio.
Hal senada dikemukakan Caesar Gunawan. Katanya, penting memiliki kemampuan ‘public speaking’ di era ini. Karena mahasiswa bisa lebih percaya diri saat berbicara, yang juga berguna saat interview pekerjaan.
“Kemampuan itu juga berguna untuk komunikasi dengan orang lain, karena pesan yang disampaikan lewat tutur kata jadi lebih efektif, mudah dipahami, serta diterima dengan baik oleh pendengar,” kata Caesar.
Karena itu, ia menilai, pelatihan dan seminar bersertifikat semacam ini sangat berguna untuk pengembangan karir mahasiswa setelah lulus.
Sementara itu, Head of Recruitment Admission and Communication Kalbis Institute, Raymond Christantyo mengatakan, kolaborasi dengan MARI Institute adalah program jangka panjang.
“Karena radio hingga saat ini masih menjadi wadah informasi yang up to date di masyarakat. Sehingga mahasiswa harus tahu cara kerjanya,” ucap Raymond.
Kemampuan public speaking, lanjut Raymond, bisa digunakan mahasiswa yang ingin menjadi content creator. Tutur kata mudah dipahami, akan memberi nilai lebih pada konten yang dibuatnya. (Tri Wahyuni)
