Kasus Positif Covid-19 per 9 Agustus Naik Lagi, Tembus Angka 1.893

0

JAKARTA (Suara Karya): Kasus positif virus corona disease (covid-19) di Indonesia hingga saat ini belum menunjukkan adanya trend penurunan kasus secara signifikan. Begitupun kasus covid-19 di tingkat di dunia.

Dari data yang dikutip lewat Instagram resmi Pusat Krisis Kesehatan (PKK) Kementerian Kesehatan disebutkan, total kasus positif covid-19 pada Minggu (9/8/20) menunjukkan angka 125.396 orang. Dengan demikian ada kenaikan sebanyak 1.893 kasus dibandingkan kemarin.

Untuk kematian akibat covid-19 masih terbilang tinggi. Hari ini tercatat ada penambahan 65 kasus, dari 5.658 menjadi 5.723 kasus. Sementara jumlah pasien yang sembuh hari ini juga cukup banyak mencapai 1.646 dari sebelumnya 79.306 menjadi 80.952 orang.

Kasus covid di tingkat dunia, dilaporkan masih tinggi. Total pasien positif hari ini mencapai 19.654.273 kasus. Dengan demikian, ada kenaikan 272.166 kasus dibanding kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, juru bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19), Wiku Adisasmito dalam konferensi pers menyatakan, Satgas tak lagi mengumumkan data harian perkembangan kasus covid-19. Update kasus harian juga bisa dilihat di portal www.covid19.go.id.

Kementerian Kesehatan juga mengganti istilah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dengan sebutan suspek. Hari ini ada kenaikan kasus suspek dibanding kemarin, yaitu 2.600 kasus dari 83.624 menjadi 86.224 kasus. Sedangkan istilah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) juga diganti menjadi spesimen. Dilaporkan, hari ini ada penurunan spesimen 8.647 kasus, dari 30.565 menjadi 21.918 kasus.

Dijelaskan, orang berstatus suspek belum menunjukkan gejala sakit, tetapi memiliki riwayat kontak dengan orang yang diduga positif covid-19. Sedangkan spesimen adalah orang yang memiliki riwayat gejala covid-19 seperti demam, batuk, sesak napas dan sakit tenggorokan. Mereka juga sudah observasi medis pada saluran pernapasannya.

Disebutkan, kenaikan kasus baru covid-19 tidak tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia. Ada beberapa daerah memiliki kasus penambahan dengan jumlah sangat tinggi, tetapi ada beberapa daerah yang tidak ada satu pun penambahan kasus positifnya.

Hari ini ada 6 provinsi yang melaporkan kasus positifnya cukup tinggi, yaitu DKI Jakarta 440 kasus, Jawa Timur 408 kasus, Jawa Barat 179 kasus, Jawa Tengah 149 kasus, Kalimantan Selatan 98 kasus dan Sulawesi Selatan 90 kasus.

Sementara itu, data 6 provinsi dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif hingga hari ini tercatat, yaitu DKI Jakarta 25.727 kasus, Jawa Timur 25.330 kasus, Jawa Tengah 10.611 kasus, Sulawesi Selatan 10.454 kasus, Jawa Barat 7.566 kasus dan Kalimantan Selatan 6.715 kasus.

Gugus Tugas Nasional merinci akumulasi data positif covid-19 lainnya di Indonesia yaitu Aceh hari ini ada naik 44 menjadi 580 kasus, Bali ada kenaikan 59 menjadi 3.779 kasus, Banten naik 60 menjadi 2.095 kasus, Bangka Belitung ada kenaikan 1 menjadi 201 kasus, Bengkulu ada kenaikan 9 menjadi 252 kasus dan Yogyakarta ada kenaikan 8 menjadi 862 kasus.

Berikutnya, Jambi dilaporkan tidak ada kenaikan hari ini tetap menjadi 210 kasus, Kalimantan Barat ada kenaikan 13 menjadi 410 kasus, Kalimantan Timur naik 53 menjadi 1.887 kasus, Kalimantan Tengah ada kenaikan 30 menjadi 2.007 kasus dan Kalimantan utara ada kenaikan 2 hari ini menjadi 294 kasus.

Kemudian, Kepulauan Riau ada kenaikan 8 hari i menjadi 534 kasus, Nusa Tenggara Barat ada kenaikan 27 menjadi 2.290 kasus, Sumatera Selatan naik 19 menjadi 3.694 kasus, Sumatera Barat naik 38 menjadi 1.140 kasus, Sulawesi Utara naik 44 menjadi 2.904 kasus, Sumatera Utara naik 25 menjadi 4.819 kasus dan Sulawesi Tenggara hari ini ada kenaikan 22 menjadi 1.020 kasus.

Adapun Sulawesi Tengah tidak ada kenaikan hari ini tetap menjadi 216 kasus, Lampung juga tidak ada kenaikan hari ini tetap menjadi 307 kasus, Riau naik 26 menjadi 733 kasus, Maluku Utara ada kenaikan 4 menjadi 1.674 kasus dan Maluku ada kenaikan 32 menjadi 1.330 kasus.

Selain itu, Papua Barat ada kenaikan 1 menjadi 552 kasus, Papua naik 42 menjadi 3.257 kasus, Sulawesi Barat tidak ada kenaikan hari ini tetap menjadi 275 kasus, Nusa Tenggara Timur tak ada kenaikan hari ini tetap menjadi 152 kasus dan Gorontalo ada kenaikan 7 menjadi 1.556 kasus.

Disebutkan, terjadi penambahan pasien sembuh covid-19 hingga total hari ini sebanyak 1.646 dari 79.306 menjadi 80.952 kasus. Kenaikan itu menunjukkan covid-19 bisa disembuhkan dan dicegah.

Untuk itu, pemerintah mendorong masyarakat terlibat aktif dalam memutus mata rantai penularan covid-19 di lingkungan kerja dan tempat tinggal.

Pesan kepada masyarakat untuk terus menjalin kekompakan dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.

Pastikan kita tidak tertular atau tidak menulari. Hargai dan bantu mereka yang sedang melakukan isolasi mandiri. Jangan pernah bersikap diskriminasi kepada pasien yang sudah sembuh. Dan yang tak kalah penting, kita semua tidak boleh menolak jenazah pasien sebagai bagian dari kemanusiaan.

Bentang usia pasien meninggal bekisar 45 hingga 65 tahun. Jumlah korban meninggal terdampak covid-19 itu terbilang tinggi. Ia berharap angka kematian akibat covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain faktor usia, penyebab kematian sebagian besar karena penyakit bawaan. Hampir seluruh kasus meninggal karena adanya penyakit pendahulu, antara lain diabetes, penyakit jantung kronis, hingga penyakit paru obstruksi.

Sekali lagi diingatkan tentang pentingnya menjaga jarak, hindari tempat berkumpul padat orang, cuci tangan pakai sabun, manakala ada yang sakit segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. (Tri Wahyuni)