JAKARTA (Suara Karya): Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya produk halal, menjadi faktor penting dalam mendorong semakin luasnya penerapan sertifikasi halal di Indonesia.
Hal itu dikemukakan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan dalam acara ‘media gathering’, di Jakarta, Senin (9/3/26).
Kondisi itu, menurut pria yang akrab disapa Babe Haikal, membentuk mekanisme pasar yang secara alami mendorong pelaku usaha untuk memastikan produknya telah tersertifikasi halal.
“Hukum sosial akan bekerja. Produk yang tidak memiliki sertifikasi halal, pada akhirnya akan ditinggalkan konsumen,” katanya.
Ditambahkan, sertifikasi halal saat ini tak hanya dipandang sebagai kewajiban regulasi, tetapi juga telah berkembang menjadi kebutuhan pasar yang semakin nyata.
“Kepastian kehalalan produk memberi rasa aman, sekaligus membangun kepercayaan konsumen dalam memilih produk yang akan dikonsumsi atau digunakan,” ucapnya.
Tingginya perhatian konsumen terhadap aspek kehalalan produk juga tercermin dari hasil survei Populix pada Maret 2023. Dikutip republika.co.id, survei Populix tersebut melibatkan 1.014 responden Muslim berusia 17-55 tahun di Indonesia.
Hasilnya menunjukkan, logo halal menjadi pertimbangan utama dalam keputusan pembelian produk. Sebanyak 83 persen responden menyatakan keberadaan logo halal menjadi faktor penting dalam memilih produk.
Survei juga menunjukkan beberapa pertimbangan lain dalam membeli, yakni kejelasan informasi kandungan produk (80 persen), kesesuaian produk dengan kebutuhan (75 persen), kemasan ramah lingkungan (52 persen), serta faktor produk diproduksi di dalam negeri (25 persen).
Temuan itu menunjukkan, logo halal menjadi faktor paling dominan dalam keputusan membeli produk, sekaligus menggambarkan kuatnya kesadaran halal di kalangan konsumen Indonesia.
Babe Haikal menegaskan, pentingnya penguatan ‘Halal Value Chain’, yang tak hanya berkaitan dengan aspek kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi strategi pembangunan ekonomi yang berdampak luas.
“Ekosistem halal yang kuat diyakini, mampu menjadi salah satu penggerak penting pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Babe menandaskan. (Tri Wahyuni)
