JAKARTA (Suara Karya) : Amazing Muharram 12 yang mengusung temaI “Infinity Life: Serenity – Happiness – Meaningful.” merupakan momentum peringatan Muharram yang suci, Cinta Quran. Dengan harapan mengentaskan masyarakat Indonesia yang “buta aksara” Alquran.
“Menurut catatan statistik, berkisar 72 persen masyarakat Indonesia yang masih ” buta aksara” Al Quran. Hal itu yang membuat panitia tergerak, setiap Muharam digelarlah “Amazing Muharram” dan kini sudah memasuki yang ke 12,”tegas Ketua Panitia Amazing Muharram 12 Asyaat Nuryadi di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, Jakarta, Minggu (20/8/2023).
Untuk merekatkan para undangan yang datang dari berbagai daerah, panitia mendatangkan tokoh agama, budaya, pemerintah bertemu dan tatap muka di
The Ritz-Carlton.
Para tokoh yang memberikan arahan, ceramah dan hiburan keagamaan adalah Ustadz Abdul Somad, Ustadz Fatih Karim, Habib Ali Zainal Abidin Al Kaff, Vince Asya Focarelli, Arie K Untung, Coach Jamil Azzaini, Coach Harri Firmansyah, Coach Asep Supriatna, Taufiq Ismail, Opick Tombo Ati, Ummu Sajjad, dan Angelina Sondakh.
Seusai memberikan ceramah Ustadz Abdul Somad bersyukur melalui acara
Amazing Muharram ke 12 bertemu dengan para tokoh pemerintah, budayawan, orang kaya dan tokoh politik berkumpul dalam mensyiarkan pengentasan buta aksara Al Quran yang kini mencapai 72 persen masyarakat di Indonesia.
Menurutnya, mereka yang datang ke Amazing Muharram sudah jelas melepas kesibukannya mencari duit bagi pengusaha, urusan pemerintah, dan urusan organisasi bagi tokoh politik dan intinya adalah mewujudkan syiar bebas buta aksara Al Quran.
Melalui acara seperti ini katanya, insya Allah masyarakat yang buta aksara Al Quran semakin berkurang, apalagi Ustadz Fatih Karim, Founder & CEO Cinta Quran, melaksanakan pelajaran Al Quran gratis dari Aceh sampai Papua.
Sementara Ustadz Fatih Karim mengatakan, semoga acara Amazing Muharram yang rutin digelar hingga yang ke 12 ini bisa dilaksanakan di berbagai Provinsi di Tanah Air. Dengan harapan, semua masyarakat Indonesia cepat terbuka dari penyakit buta aksara Alquran yang kini mencapai 72 persen. (Warso)
