Suara Karya

LRT Jakarta Kebut Pembangunan Fase 1B, Target Beroperasi Agustus 2026

(Foto: suarakarya.co.id/Boy)

JAKARTA (Suara Karya): Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B yang menghubungkan Velodrome–Manggarai kini mendekati tahap akhir. Progres konstruksi telah mencapai 80 persen dan ditargetkan rampung tepat waktu sehingga bisa mulai beroperasi pada Agustus 2026.

Direktur Utama LRT Jakarta, Roberto Akyuwen, mengungkapkan bahwa total nilai proyek Fase 1B mencapai sekitar Rp5 triliun. Anggaran tersebut mencakup pembayaran jasa konsultan, pengerjaan konstruksi, hingga kebutuhan pendukung lainnya.

“Nilainya sekitar Rp5 triliun. Tapi kalau ditanya kapan balik modal, sejatinya transportasi publik itu fokusnya pada pelayanan masyarakat,” ujar Roberto saat ditemui pada Rabu (26/11/2025).

Meski tidak mengandalkan keuntungan langsung dari tarif penumpang, LRT Jakarta kini aktif mencari sumber pendapatan non-fare untuk memperkuat kinerja keuangan perusahaan. Menurut Roberto, berbagai peluang sedang dioptimalkan, mulai dari penyewaan lahan, pemanfaatan ruang komersial, hingga pemasangan iklan di setiap rangkaian kereta.

“Kami terus mendorong pemanfaatan aset-aset agar lebih produktif, termasuk lewat iklan yang kami harapkan bisa berjalan lebih maksimal,” jelasnya.

Dengan hadirnya perpanjangan rute hingga Manggarai—salah satu simpul transportasi terbesar di Jakarta—Roberto optimistis minat masyarakat untuk menggunakan LRT akan meningkat. Hal ini diprediksi memberi dampak positif, tidak hanya bagi jumlah penumpang, tetapi juga terhadap pemasukan perusahaan dari sektor iklan dan pemanfaatan aset lainnya.

Salah satu aset yang sedang dioptimalkan adalah penyewaan lahan yang akan dikembangkan menjadi lapangan padel berstandar internasional. “Kami sedang menyiapkan penyewaan lahan tersebut, dan nantinya akan menjadi lapangan padel yang memenuhi standar internasional,” tambah Roberto.

Saat ini, tingkat keterisian LRT Jakarta masih jauh dari ideal. Dengan okupansi sekitar 9 persen atau rata-rata 3.579 penumpang per hari, kapasitas yang tersedia belum terpakai maksimal. Padahal, dua rangkaian kereta mampu mengangkut hingga 270 penumpang dalam sekali perjalanan.

Meski begitu, Roberto menegaskan bahwa angka tersebut tetap berada di atas target harian yang ditetapkan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta. Ia berharap, dengan hadirnya jaringan baru menuju Manggarai, tren penggunaan LRT Jakarta akan semakin meningkat dan memberi manfaat lebih luas bagi mobilitas masyarakat. (Boy)

Related posts