Suara Karya

ORADO Muncul, Ketua Umum PB Pordi Siap Pertanyakan pada Menpora dan KONI Pusat

JAKARTA (Suara Karya) Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PORDI (Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia) Dr. H. Andi Jamaro Dulung, M.Si., sempat kaget dan mempertanyakan, kenapa Menpora Erick Thohir, menghadiri Deklarasi Rakernas Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) di Hotel Mulia, beberapa hari yang lalu.

“Munculnya ORADO berarti ada dualisme kepengurusan olahraga Domino di Indonesia. Dengan begitu saya akan bertemu dengan Menpora, bahkan KONI Pusat dalam waktu dekat ini, ” jelas Andi Jamaro Dulung di Media Center PB Poradi, Senin (12/1/2026).

Andi Jamaro menegaskan, kedatangan Menpora di Rakernas Orado menjadi tanda tanya, apakah karena tidak tahu bahwa organisasi Domino yang sudah mendapat rekomendasi dari KONI Pusat dan terdaftar di Kemenkumham menjadi olahraga resmi di Indonesia.

Bahkan saat dideklarisasikan dan menghadap untuk menjadi anggota KONI sudah mempunyai 19 anggota Pengprov dan 9 lagi sudah mendaftar. Namun tiba – tiba muncul organisasi baru yang serupa yaitu Orado dan mengaku sudah memiliki 38 anggota di seluruh Indonesia.

Hal ini mengejutkan dan tidak mungkin dalam waktu relatif singkat langsung mendirikan 38 anggota. Padahal untuk mendirikan Pengprov diberbagai daerah tidak semudah itu dan harus memiliki persyaratan terutama adanya Pengkot diberbagai kota/kabupaten.

Kondisi itu yang menjadi tanda tanya, tiba – tiba muncul organisasi baru dan langsung mengklaim memiliki 38 anggota Pengprov di berbagai daerah di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama Wakil Ketua Umum PB Pordi, H. Andi Rukman N Karumpa mengatakan, atas kejadian itu pihaknya akan melakukan audensi dengan KONI Pusat dan Menpora agar mengetahui kebenarannya.

“Saya mengakui PB Pordi belum menjadi anggota resmi KONI Pusat, namun dengan munculnya organisasi baru menjadi tanda tanya. Padahal dalam aturan yang mendapat rekomendasi KONI Pusat itu tidak boleh organisasi cabang olahraga yang sama, ” tegasnya.

Dalam audensi nanti PB Pordi akan meminta agar KONI Pusat dan Kemenpora bersikap tegas agar tidak memecah belah anak bangsa. Bila Domino diakui sebagai cabang olahraga, bisa saja disatukan atau dikolaborasi dibawah satu atap yaitu PB Pordi. Dengan harapan para atlet cabang olahraga Domino tidak terpecah belah.

“Bila perlu diadakan Munas bersama untuk memilih Ketua Umumnya. Dengan begitu organisasi cabang olahraga Domino bisa bersatu untuk meraih prestasi puncak, ” tegasnya.

Karena selama kepengurusan PB Pordi lahir sudah 6 kali menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan sekali menyelenggarakan event internasional yang diikuti 8 negara peserta. Dengan begitu PB Pordi sudah eksis menjadi induk organisasi cabang Domino, ketimbang Orado. (Warso)

Related posts