Pemerintah Ajak Pilar Sosial Perkuat Kemitraan

0
Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (dua dari kiri) dalam acara Sosialisasi restorasi sosial 2019 di Tangerang, Kamis (7/2/2019) (Dok.OHH Dayasos)

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengajak pilar-pilar sosial untuk memperkuat kemitraan dengan pemerintah dalam menangani berbagai permasalahan sosial yang ada.

“Di era keterbukaan ini sudah menjadi keharusan sikap cekatan membangun jejaring kerja, bertukar informasi untuk membangun aliansi dalam menangani masalah sosial,” kata Mensos dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis (7/2/2019).

Mensos juga mengajak pilar-pilar sosial atau relawan sosial untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur jati diri bangsa yang kini mulai memudar akibat globalisasi.

“Globalisasi tidak bisa kita hindarkan. Akan tetapi kita jangan sampai meninggalkan akar budaya bangsa. Untuk itu, Pilar-Pilar Sosial harus mengambil peran yang membawa nilai-nilai kebajikan, spritualitas kebangsaan, solidaritas sosial, kearifan budaya lokal, dan etos kerja yang produktif dan disiplin serta gotong royong,” kata Mensos.

Mensos mengingatkan di era milenial yang ditandai dengan revolusi industri 4.0 harapan bangsa lebih maju agar dapat membawa dampak lebih positif, sangat penting berpegang teguh pada jati diri Bangsa agar tidak terbawa arus negatif budaya asing. Pilar Sosial diharapkan dapat menjadi jembatan kemajuan dan budaya Indonesia di masyarakat.

Mensos menyatakan sangat disadari bahwa pemerintah dalam melaksanakan Undang-Undang Kesejahteraan Sosial tidak bisa melaksanakan sendiri, kehadiran Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), dan Karang Taruna sangat penting dan strategis.

Kerja sama yang kuat antara Pemerintah, Pilar Sosial dan masyarakat akan dapat membendung ide-ide negatif yang berupaya memecah belah bangsa seperti berbagai berita hoaks saat ini.

“Oleh karena itu saya menyambut baik dilakukannya Deklarasi Anti Hoaks karena memang hoaks sangat kontraproduktif dalam usaha kita membangun bangsa,” kata Mensos.

Mensos yakin, tingginya komitmen pilar sosial mencegah masalah sosial dan melindungi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), maka bahaya pengaruh hoaks akan mudah ditangkal.

Lebih jauh lagi, Mensos berharap, kemitraan dan kerja sama dengan pilar sosial dapat diperluas dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pengabdian pilar sosial kepada masyarakat, konsistensinya dalam mewujudkan kemandirian, maka sesungguhnya pilar sosial adalah agent of community sebagai mitra pemerintah mewujudkan kemandirian dan pembangunan,” kata Mensos.

Mensos berada di Tangerang, yang merupakan titik kedua dalam acara peningkatan peran serta masyarakat sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan Indonesia setelah Makassar.

Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial, Pepen Nazaruddin menyatakan, tujuan kegiatan ini antara lain untuk meningkatkan partisipasi masyarakat sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan nasional Indonesia, melalui kegiatan peningkatan kapasitas Pilar-Pilar Sosial dan Restorasi Sosial.

Kemudian juga meningkatkan pengetahuan pilar-pilar sosial sebagai mitra pemerintah dalam melaksanakan pembangunan nasional Indonesia, meningkatkan kapasitas Pilar-Pilar sosial dalam melaksanakan peran sebagai mitra pemerintah, dan meningkatkan pemahaman pilar sosial terhadap nilai-nilai kesetiawanan sosial dan restorasi sosial. (Agus Sunarto)