Suara Karya

Prodi Berbasis Digital, Politeknik Gistrav Yogyakarta Buka Tahun Ini

JAKARTA (Suara Karya): Politeknik Gistrav siap menjadi kebanggaan warga Yogyakarta sebagai satu-satunya kampus dengan program studi (prodi) berbasis digital. Lulusannya diharapkan menjadi talenta digital yang akan memajukan Indonesia.

“Pola pembelajaran menekankan pada link&Match dan Merdeka Belajar berbasis projek (Project-based Learning/PBL), yang diwujudkan dalam Teaching Factory (TEFA),” kata Direktur Politeknik Gistrav, Wikan Sakarinto di Yogyakarta, pekan lalu.

Dengan demikian, lanjut Mantan Dirjen Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek), mahasiswa akan banyak praktik langsung lewat penciptaan proyek nyata.

“Itu bisa terjadi karena karena pembelajaran di Politeknik Gistrav didukung ekosistem Gistrav Corp yang memiliki lini bisnis mulai dari
Konstruksi, pertambangan, pendidikan, tour & travel dan pengiriman mahasiswa ke luar negeri,” ujarnya.

Disebutkan, program studi yang tersedia di Politeknik Gistrav untuk jenjang Sarjana Terapan (D4) adalah Bisnis Digital, Pemasaran Digital (Digital Marketing), dan Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering).

“Ketiga prodi itu sangat relevan dengan era digital saat ini. Mereka tak hanya bisa masuk dunia kerja, tetapi juga menjadi wirausaha masa depan,” kata Wikan yang didampingi CEO Education Technology SEVIMA, Sugianto Halim.

Gedung Politeknik Gistrav yang berlokasi di Jalan Palagan Tentara Pelajar itu memiliki 9 lantai. Fasilitas tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan praktikum mahasiswa.

“Filosofinya, proses perkuliahan harus efektif sehingga mahasiswa mendapat pengalaman seperti di dunia kerja yang nyata. Mahasiswa juga diajak membuat proyek sesungguhnya untuk belajar,” ucap Wikan.

Untuk kebutuhan PBL+TEFA, Politeknik Gistrav telah menandatangani MoU dengan banyak industri kreatif, Asosiasi Industri Kreatif Indonesia (ADITIF), Education Technology SEVIMA, berbagai digital start-up, dan industri besar di Indonesia.

“Karena 95 persen industri/perusahaan saat ini ingin lulusan perguruan tinggi yang direkrut memiliki keterampilan digital yang komprehensif dan relevan dengan kebutuhan nyata di dunia kerja,” ucap Wikan yang berencana membuat program S2 atau Magister Terapan.

Karena itu, lanjut Wikan, Politeknik Gistrav merancang kuliah dengan komposisi praktik 70 persen dan teori 30 persen. Dengan harapan, softskills, hardskills, karakter dan attitude lulusan Politeknik Gistrav menjadi kuat.

Ditambahkan, digitalisasi kampus dilakukan Politeknik Gistrav sejak awal pendiriannya, lewat kolaborasi dengan SEVIMA, sebagai startup education technology terbesar di Indonesia.

“Tersedia Beasiswa GiTech dengan potongan Sumbangan Pengembangan Mutu Akademik hingga 75 persen bagi mahasiswa baru angkatan 2023,” kata Wikan menandaskan. (Tri Wahyuni)

Related posts