18 Karya TIK Indonesia Melaju ke Tingkat ASEAN

0

JAKARTA (Suara Karya): Sebanyak 18 pemenang kompetisi Indonesia Entrepreneur TIK (IdenTIK) melaju ke kompetisi ASEAN ICT Awards (AICTA) pada 2023. Pemenang IdenTIK juga berpeluang ikut ajang sejenis di tingkat dunia.

Kompetisi IdenTIK merupakan salah satu strategi Kemkominfo dalam mengembangkan Ekosistem Digital Indonesia,” kata Direktur Pemberdayaan Informatika, Bonifasius Wahyu Pudjianto dalam acara Anugerah IdenTIK di Bandung, pekan lalu.

Bonifasius menjelaskan, IdenTIK adalah kompetisi tahunan yang diselenggarakan Kemkominfo untuk menggali potensi produk TIK karya anak bangsa, agar mampu bersaing di tingkat dunia.

“Kompetisi itu mendorong terciptanya karya TIK yang mampu memberi solusi dan membuka lapangan kerja baru untuk mendorong sektor ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Menurut The Global Startup Ecosystem Report 2022 oleh Startup Genome, Jakarta telah memproduksi sebanyak 7 startup di tingkat unicorn selama 10 tahun terakhir hingga 2021.

Selain itu, dalam laporan Startup Ranking, Indonesia termasuk dalam peringkat 10 besar negara dengan jumlah startup terbanyak di dunia, yaitu 2.437 startup.

Total pendaftar dalam kompetisi IdenTIK tahun 2022 adalah 190 karya yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia.

Enam kategori IdenTIK, yaitu Startup Company, Private Sector, Public Sector, Corporate Social Responsibility (CSR), Research and Development (RnD), dan Inovasi Teknologi Konten Digital.

Peringkat tiga besar pemenang IdenTIK Tahun 2022 untuk setiap kategori adalah sektor publik, yaitu PeduliLindungi, Sipandu Satu Bimtek dan Maharai. Berikutnya sektor swasta yaitu InCrane, Orderdulu dan Blod.id.

Untuk perusahaan pemula (Startup) yaitu Jaramba, Kedip dan Tandatangan.io. Bidang Research and Development, yaitu Bottani 2, Pegonizer dan Smart EcoRoom by MyEco.

Pada bidang Corporate Social Responsibility (CSR), yaitu Website Special Hub, PetaNetra dan Fasih f. Untuk inovasi dan teknologi konten digital yaitu Oxima, ViraExpoir dan Nusantaraverse.

“Para pemenang akan mendapat pembinaan serta pelatihan untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi regional AICTA Tahun 2023,” ujarnya.

Para pemenang IdenTIK merupakan hasil kurasi dari para Dewan Juri yang kompeten dalam bidang TIK. Mereka adalah Prof Eko K Budiardjo dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia sebagai Ketua Dewan Juri.

Selain itu ada Shita Laksmi dari Tifa Foundation sebagai juri kategori sektor publik; Jurike V Moniaga dari Universitas Bina Nusantara sebagai juri kategori CSR; Prof Yudho Giri Sucahyo dari Internet Society Indonesia Jakarta Chapter sebagai juri kategori Research and Development.

Juri lainnya adalah Barry Simorangkir dari Citra Optima sebagai juri kategori Inovasi Teknologi Konten Digital; Leontinus Alpha Edison dari Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia sebagai juri kategori Startup Company; dan Partono Rudiarto dari Inixindo sebagai juri kategori Private Sector.

Para pemenang IdenTIK 2022 juga menerima uang pembinaan dengan total nilai Rp30 juta, kecuali pada kategori sektor publik, free credits dari Xendit, kesempatan mengikuti tahapan program Startup Studio Indonesia dan tahapan incubation program 1000 startup digital, serta credit senilai 10 ribu dolar hingga 25 ribu dolar dari Amazon Web Services (AWS) bagi mereka yang melanjutkan mengikuti program hub.id. (Tri Wahyuni)