JAKARTA (Suara Karya): Mendapat bonus Rp 800 juta setelah tim putra dan putri bola tangan DKI Jakarta mengawinkan medali emas di PON XXI Aceh dan Medan 2024, Ketua Umum Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) DKI Jakarta, Syaiful Bahri langsung tancap gas menghidupkan pembinaan atlet mulai usia dini di lima wilayah.
“Kelima pengurus ABTI di lima wilayah di DKI Jakarta, Timur, Barat, Pusat, Utara dan Jakarta Selatan yang sudah dikukuhkan mendapat suntikan dana pembinaan masing – masing Rp 25 juta. Begitu juga klub, pengurus wilayah yang menggelar event bola tangan juga diberikan bantuan dana Rp 2 juta, ” tegas Syaiful Bahri yang dihubungi di Jakarta, Senin (10/2/2025).
Dikatakannya, di tahun 2025 Pengprov ABTI DKI Jakarta memberikan kesempatan pada lima wilayah menggelar total 40 kejuaraan usia dini dari SD, SMP, dan SMA masing – masing mendapat bantuan Rp 2 juta.
Pembinaan atlet bola tangan di lima wilayah harus berjalan sesuai target. Dengan harapan, regenerasi atlet berjalan berkesinambungan hingga dipersiapkan bergabung dengan para seniornya tampil di Kejurnas yang akan digelar di Kalbar. Selanjutnya dipantau masuk Pelatda menuju PON XXII di NTB dan NTT tahun 2028.
Adapun program pembinaan di tahun 2025, selain menyiapkan dan menempa atlet usia dini dan remaja menuju masuk POPB, Kejurnas, juga mengirim pelatih melakukan training di Thailand untuk meraih sertifikat atau lisensi D IHF.
Syaiful Bahri yang akrab dipanggil Achoy mengatakan, semua biaya pengiriman pelatih, persiapan 40 kejuraan di lima wilayah dan beberapa kebutuhan pembinaan atlet lainnya berasal dari bonus yang diberikan Pemprov DKI melalui KONI DKI Jakarta ke Pengprov ABTI DKI sebesar Rp 800 juta.
Adapun penyaluran dana dari rekening Pengprov ABTI DKI Jakarta nantinya langsung ke rekening kelima wilayah tersebut. Dengan begitu, diharapkan ada keterbukaan antara pengurus bola tangan di Pengprov maupun kelima pengurus wilayah ABTI.
Achoy melanjutkan, pada intinya dalam memajukan prestasi atlet bola tangan di Jakarta, Pengprov ABTI Jakarta terus melakukan berbagai cara, baik menggelar event mulai usia dini, remaja hingga Pelatda menuju PON.
Adapun untuk pembinaan ditingkat internasional, ABTI DKI Jakarta baru saja mengirim tim putra dan putri tampil di Singapura Open, yang diikuti tim – tum dari Vietnam, Filipina, Jepang dan tuan rumah Singapura.
“Guna menindak lanjuti event tingkat internasional itu, Pengprov ABTI DKI Jakarta rencananya menggelar event bola tangan antar ibu kota negara atau yang dikenal Intercity Jakarta melalui persetujuan PB ABTI nantinya, ” tambah Achoy lagi. (Warso)
