Suara Karya

Inilah Daftar Jenderal yang Tak Lagi Memegang Posisi Strategis di Era Kapolri Suyudi

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengenakan seragam dinas upacara (PDU) dengan pangkat bintang empat sedang memberikan keterangan pers di depan mikrofon media usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta.
PERNYATAAN PERDANA KAPOLRI: Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memberikan keterangan pers perdana usai resmi dilantik menjadi orang nomor satu di Korps Bhayangkara. Melalui cetak biru kepemimpinan baru, ia langsung meluncurkan "Gerbong Kilat" dengan merombak total 88 posisi penting demi mengembalikan marwah, netralitas, serta mengikis habis stigma "Partai Cokelat" (Parcok) di tengah masyarakat. (Foto Istimewa0

JAKARTA — Penerbitan Surat Telegram Nomor ST/2205/X/KEP./2026 oleh Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memicu perhatian besar publik [2 Oktober 2026.

Bukan sekadar perombakan biasa, gerbong mutasi kilat ini secara nyata melakukan pembersihan dan pengosongan pada jalur komando utama Mabes Polri serta kewilayahan.

Setidaknya terdapat 18 petinggi Polri (Perwira Tinggi) yang posisinya digeser dan dipastikan tidak lagi memegang jabatan operasional maupun komando strategis di dalam struktur internal Korps Bhayangkara.

Langkah radikal ini diambil sebagai strategi awal Jenderal Suyudi untuk memutus faksi lama dan membangun konsolidasi baru.

Daftar Jenderal yang Tak Lagi Memegang Posisi Strategis dan Sosok Penggantinya

Berdasarkan data resmi Surat Telegram Kapolri, ke-18 jenderal tersebut didepak keluar dari jalur operasional internal dan dialihkan ke dalam dua rumpun penempatan non-struktural.

Berikut adalah rincian lengkap profil, angkatan Akpol, posisi lama, hingga sosok perwira baru yang menggantikan posisi mereka:

  1. Jalur Penugasan Khusus di Luar Struktur Polri

Sebanyak 12 perwira tinggi ditarik dari Korps Bhayangkara untuk diperbantukan di kementerian dan lembaga negara eksternal.

Berikut adalah 4 posisi operasional paling krusial yang ditinggalkan:

  • Jabatan Irwasum Polri
    • Pejabat Lama yang Digeser: Komjen Pol Wahyu Widada.
    • Angkatan: Lulusan terbaik Akpol 1991 (Peraih Adhi Makayasa).
    • Riwayat Posisi: Menduduki jabatan Irwasum Polri sejak Juli 2024.
    • Status Saat Ini: Dilepas dari jalur operasional internal menjadi Pati Itwasum untuk penugasan khusus di Kementerian ATR/BPN.
    • Jenderal Pengganti: Jabatan Irwasum Polri kini resmi diduduki oleh Komjen Pol Asep Edi Suheri (Lulusan Akpol 1994).
  • Jabatan Kabaharkam Polri
    • Pejabat Lama yang Digeser: Komjen Pol Syahardiantono.
    • Angkatan: Lulusan Akpol 1989.
    • Riwayat Posisi: Menduduki posisi Kabaharkam Polri sejak Juni 2024.
    • Status Saat Ini: Dimutasi sebagai Pati Baharkam Polri dalam rangka penugasan khusus di Kantor Staf Presiden (KSP).
    • Jenderal Pengganti: Jaatan Kabaharkam Polri kini resmi diduduki oleh Irjen Pol Hery Herjawan (Lulusan Akpol 1994).
  • Jabatan Kabaintelkam Polri
    • Pejabat Lama yang Digeser: Komjen Pol Yuda Gustawan.
    • Angkatan: Lulusan Akpol 1993.
    • Riwayat Posisi: Menduduki posisi Kabaintelkam Polri sejak September 2024.
    • Status Saat Ini: Dimutasi sebagai Pati Baintelkam Polri dalam rangka penugasan khusus di Kantor Staf Presiden (KSP).
    • Jenderal Pengganti: Jabatan Kabaintelkam Polri kini resmi diduduki oleh Irjen Pol Dedy Kusuma Bakti (Lulusan Akpol 1993).
  • Jabatan Kapolda Metro Jaya (Episentrum Keamanan Kewilayahan)
    • Pejabat Lama yang Digeser: Komjen Pol Asep Edi Suheri.
    • Angkatan: Lulusan Akpol 1994 [Megapolitan Kompas].
    • Riwayat Posisi: Menduduki posisi Kapolda Metro Jaya sejak Oktober 2025 [Megapolitan Kompas].
    • Status Saat Ini: Digeser keluar dari wilayah Jakarta untuk promosi naik menjadi Irwasum Polri.
    • Jenderal Pengganti: Jabatan Kapolda Metro Jaya kini resmi diduduki oleh Komjen Pol Dadang Hartanto (Lulusan Akpol 1994) [Megapolitan Kompas].

Selain keempat nama besar di atas, terdapat beberapa jenderal bintang tiga dan bintang dua senior lainnya yang ikut digeser ke luar struktur:

  • Komjen Pol RZ Panca Putra: Jenderal senior yang digeser dari posisi internal untuk penugasan khusus di Kementerian Hukum.
  • 8 Perwira Tinggi Lainnya: Resmi dimutasi menjadi Pati di lingkungan Bareskrim, Baharkam, hingga Dewan Ketahanan Nasional (Wantimpres).
  1. Jalur Purna Tugas dan Persiapan Pensiun

Kelompok kedua berisi 6 jenderal senior yang resmi dibebaskan dari segala tugas operasional institusi karena telah memasuki masa pensiun.

Langkah ini diambil demi memberikan jalan bagi proses kaderisasi dan pembinaan karier jenderal muda di tubuh kepolisian.

  • Komjen Pol Karyoto: Jenderal bintang tiga senior yang posisinya kini telah didepak dan ditempatkan sebagai Pati dalam rangka masa purna bakti.
  • 5 Perwira Tinggi Senior Lainnya: Turut dilepas dari jabatan struktural aktif dan dipindahkan menjadi Pati tanpa jabatan operasional menjelang masa pensiun.

Runtuhnya Stigma ‘Parcok’ dan Nasihat Purnawirawan Jenderal

Langkah radikal dalam memilih formasi jenderal baru serta mendepak 18 pati ini dinilai para analis sebagai jawaban nyata atas desakan publik.

Kapolri baru Jenderal Suyudi dianggap serius ingin menghapus stigma “Partai Cokelat” (Parcok) yang selama ini mencoreng netralitas Korps Bhayangkara.

Melalui doktrin baru “Polisi Bersama Masyarakat”, wajah-wajah baru yang dipilih ini diberi mandat mutlak untuk menjauhkan institusi dari pusaran politik praktis.

Kendati demikian, manuver ekstrem ini tetap mendatangkan nasihat penting dari para tokoh nasional.

Mantan Menko Polhukam Prof. Mahfud MD mengingatkan agar gerbong baru pilihan Kapolri ini benar-benar fokus pada penegakan hukum objektif tanpa membawa bagasi atau beban masa lalu.

Sementara itu, pengamat kepolisian ISESS, Bambang Rukminto, memberikan catatan kritis mengenai potensi gesekan internal institusi.

“Ternyata, tantangan terbesar Jenderal Suyudi setelah memilih formasi ini bukan pada ancaman luar, melainkan bagaimana melakukan konsolidasi kilat agar tidak memicu friksi antar-kelompok di dalam tubuh Polri sendiri,” pungkasnya. (Wisnu Bangun)

 

 

Related posts