Suara Karya

Ketum SOKSI Misbakhun Apresiasi Fokusmaker Bangun Sistem Konsolidasi Kuat Anak Muda Partai Golkar

JAKARTA (Suara Karya): Forum Komunikasi Studi Mahasiswa Kekaryaan (Fokusmaker) salah satu lembaga konsentrasi atau wadah kepemudaan mahasiswa di bawah organisasi pendiri Partai Golkar yakni Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat kaderisasi dan regenerasi di lingkungan Partai Golkar.

Hal itu ditegaskan Ketua Umum Depinas SOKSI Mukhamad Misbakhun dan Ketua Umum Bakornas Fokusmaker, Abrory Ben Barka saat acara penutupan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I, Pertemuan Kerja Nasional (Perkenas) I, serta Political Leadership Lab Batch I Fokusmaker Tahun 2026 di di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Minggu (23/8).

Ben Barka mengatakan agenda Rapimnas dan Perkenas Fokusmaker merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat agenda kaderisasi dan konsolidasi organisasi. Dari forum itu, Fokusmaker menghasilkan sejumlah rekomendasi serta sekitar 70 program kerja dari 18 bidang yang akan dijalankan selama satu periode ke depan.

“Pada Rapimnas I ini, kami telah menghasilkan beberapa rekomendasi yang nantinya kami kategorikan sebagai rekomendasi internal dan eksternal,” ujar Ben Barka dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/8).

Ben Barka menambahkan, Political Leadership Lab menjadi salah satu wadah kaderisasi bagi kader-kader Fokusmaker sebelum nantinya didistribusikan ke SOKSI melalui program Pendidikan Politik Kader Bangsa (P2KB).

“Dan kami juga melaksanakan Political Leadership Lab, sebuah wadah kaderisasi bagi kader-kader Fokusmaker untuk selanjutnya kami distribusikan kepada SOKSI melalui kaderisasi Pendidikan Politik Kader Bangsa,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Depinas SOKSI, Mukhamad Misbakhun menegaskan konsolidasi serta kaderisasi yang dilakukan Fokusmaker menunjukkan bahwa lembaga konsentrasi di bawah SOKSI ini mampu menjalankan proses pembinaan kader secara kuat dan struktural.

“Jadi Partai Golkar tidak perlu mempunyai kekhawatiran tentang regenerasi,” kata Misbakhun.

Misbakhun menilai keberhasilan kaderisasi Fokusmaker juga memberikan nilai tambah bagi SOKSI. Dia menyebut konsolidasi organisasi dan kaderisasi harus berjalan beriringan untuk memperkuat keberadaan SOKSI dan mendukung Partai Golkar.

“Konsolidasi dan kaderisasi ini adalah kunci eksistensi kita untuk apa? Untuk menambah kursi bagi Partai Golkar,” katanya.

Dia juga mendorong kader Fokusmaker di berbagai daerah untuk terus menggerakkan organisasi melalui kegiatan dan konsolidasi. Menurutnya, organisasi yang aktif dan dinamis akan memiliki daya hidup yang lebih kuat.

“Dan organisasi yang aktif, organisasi yang dinamis dengan kegiatan, itu memberikan roh tersendiri kepada upaya organisasi untuk tetap eksis,” ujarnya.

Pihaknya berharap model kaderisasi yang telah dijalankan Fokusmaker dapat menjadi contoh untuk pengembangan pendidikan kader di lingkungan SOKSI.

Menurut Misbakhun, SOKSI juga tengah mencari format pendidikan kader bangsa yang dapat dilaksanakan secara fokus dan terstruktur. Ia menyebut model dari Akademi Partai Golkar dapat menjadi salah satu rujukan dalam penyusunan buku panduan atau handbook kaderisasi.

“Kebetulan sudah disusun sih kalau yang di P2KB, karena model P2KB kita itu kan sangat legend. Banyak tokoh-tokoh besar di SOKSI itu memang lahir dari proses P2KB, Pendidikan Politik Kader Bangsa,” tuturnya. (Pram)

Related posts