JAKARTA (Suara Karya): Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jakarta Selatan periode 2025–2030 dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Jakarta Selatan yang digelar di Hotel Arion, Kemang, Jumat (29/8/2026).
Farah meraih dukungan mayoritas dari pemilik suara sah setelah dinyatakan memenuhi persyaratan pada tahapan verifikasi pencalonan. Dukungan tersebut mengantarkannya memimpin Golkar Jakarta Selatan untuk lima tahun ke depan.
Usai terpilih, Ketua Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) itu menyatakan siap menjalankan amanah dengan memperkuat konsolidasi internal partai, memperluas basis dukungan masyarakat, serta meningkatkan perolehan kursi Golkar pada Pemilu 2029 melalui kerja nyata yang dirasakan masyarakat.
“Saya siap mendorong peran aktif partai untuk hadir dalam memperluas basis dan memperkuat kerja nyata kemasyarakatan,” ujar Farah.
Ia juga menegaskan penguatan organisasi akan dilakukan hingga tingkat kelurahan dengan mengedepankan semangat kekaryaan dan gotong royong sebagai nilai dasar Partai Golkar. Selain itu, pemberdayaan kader muda dan perempuan menjadi salah satu fokus kepemimpinannya.
Farah bukan sosok baru di lingkungan Golkar Jakarta Selatan. Sebelumnya, ia menjabat Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jakarta Selatan periode 2020–2025. Di DPRD DKI Jakarta, ia aktif menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran sebagai anggota Komisi E serta tergabung dalam Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda).
Alumni Indiana University Bloomington, Amerika Serikat, dan Golkar Institute Young Political Leaders itu juga pernah memimpin Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok.
Di luar aktivitas politik, Farah saat ini menjabat Ketua Pusat Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (PUSKOWAPI) Provinsi DKI Jakarta. Pengalaman tersebut dinilai memperkuat komitmennya untuk membangun organisasi yang solid sekaligus menghadirkan program-program yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat Jakarta Selatan. (Boy)

