Suara Karya

TKA SMA 2026 Dirombak Total, Ujian Digelar Oktober dengan Skema Baru

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merombak besar pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK/MA tahun 2026.

Perubahan pada jadwal, pola ujian, hingga sistem mata pelajaran, demi mengurangi beban siswa dan memperkuat pemetaan akademik nasional.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Prof Tony Toharudin menjelaskan, pelaksanaan TKA SMA/SMK/MA 2026 akan digelar mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.

“Jadwal dimajukan sekitar satu pekan untuk konektivitas hasil TKA dengan berbagai kebutuhan seleksi pendidikan agar hasilnya lebih optimal,” kata Prof Tony dalam taklimat media hasil TKA jenjang SD-SMP 2026, di Jakarta, Selasa (26/5/26).

Hadir dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha.

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik), Kemendikdasmen, Rahmawati mengungkapkan salah satu perubahan paling mencolok dari TKA jenjang SMA/sederajat 2026 adalah skema ujian yang hanya mengujikan satu mata pelajaran per hari.

“Kebijakan itu diambil setelah banyak siswa mengeluhkan padatnya ujian tahun sebelumnya yang menggabungkan tiga mata pelajaran dalam sehari,” ujarnya.

Ditambahkan, hari pertama ujian akan digunakan untuk Bahasa Indonesia dan literasi membaca, hari kedua Bahasa Inggris dan survei lingkungan belajar, sedangkan hari ketiga khusus matematika dan numerasi.

“Hari keempat baru dua mata pelajaran pilihan sesuai minat siswa,” katanya.

Kemendikdasmen juga mengubah komposisi soal matematika. Jika tahun lalu siswa mengerjakan 30 soal dalam 75 menit, kini jumlah soal dikurangi menjadi 25 butir dengan durasi tetap 75 menit. Artinya, rata-rata waktu pengerjaan per soal menjadi sekitar tiga menit.

Selain itu, TKA SMA 2026 akan dilaksanakan secara serentak nasional tanpa perbedaan zona waktu antara Indonesia Barat, Tengah, dan Timur.

Rahmawati mengatakan perubahan tersebut merupakan hasil evaluasi pelaksanaan TKA 2025. Pemerintah ingin asesmen berjalan lebih manusiawi sekaligus memberi ruang siswa berpikir lebih mendalam saat menjawab soal.

Untuk mata pelajaran wajib, siswa akan mengikuti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika. Khusus siswa SMK, mata pelajaran matematika dibagi dalam tiga konteks sesuai rumpun keahlian, yakni teknik dan kesehatan, bisnis dan ekonomi, serta seni dan pariwisata.

Tak hanya itu, pemerintah juga menambah sekitar 50 mata pelajaran pilihan vokasi bagi siswa SMK. Total tersedia 69 mata pelajaran pilihan, namun setiap siswa hanya boleh memilih dua mata pelajaran.

“Harapannya ujian lebih mengakomodasi keragaman bakat, minat, dan aspirasi karier murid,” ujar Rahmawati.

Pendaftaran TKA SMA 2026 akan dibuka mulai Agustus 2026 selama lebih dari satu bulan. Pemerintah juga menyiapkan simulasi, gladi bersih, hingga jadwal susulan untuk mengantisipasi kendala teknis saat pelaksanaan.

Hasil TKA SMA 2026 dijadwalkan diumumkan pada 23 Desember 2026 dan akan digunakan sebagai salah satu instrumen pendukung seleksi pendidikan lanjutan serta pemetaan mutu pendidikan nasional. (Tri Wahyuni)

Related posts