JAKARTA (Suara Karya): Volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Provinsi DKI Jakarta telah mencapai 3,81 miliar transaksi, atau menyumbang hampir 38 persen dari total transaksi QRIS nasional. Capaian tersebut menjadi pijakan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta untuk terus memperluas digitalisasi pembayaran, termasuk di pasar-pasar tradisional.
Komitmen itu diwujudkan melalui penyelenggaraan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia Wilayah Jakarta 2026 yang resmi dibuka di Pasar Santa, Jakarta Selatan, Selasa (14/7/2026). Kegiatan bertema “Semarakkan Digitalisasi Cita Rasa Kuliner Jakarta, Makin Praktis dengan QRIS” tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pekan QRIS Nasional 2026.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Bambang Arianto mengatakan, Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam adopsi pembayaran digital. Selain mencatat 3,81 miliar transaksi, penggunaan QRIS di ibu kota juga didukung oleh 6,82 juta merchant dan 6,51 juta pengguna.
“Angka tersebut merupakan hasil sinergi Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pelaku industri sistem pembayaran, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong transformasi digital yang inklusif,” kata Bambang.
Menurutnya, penguatan ekosistem pembayaran digital menjadi salah satu fondasi penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor perdagangan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Melalui QRIS Jelajah Kuliner Indonesia Wilayah Jakarta 2026, BI mengajak masyarakat menikmati beragam kuliner khas Jakarta dengan memanfaatkan transaksi QRIS yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal. Program tersebut sekaligus mempromosikan kuliner legendaris, lokasi kuliner tersembunyi (hidden gems), pasar tradisional, hingga destinasi wisata unggulan di Jakarta.
Dalam kegiatan ini, BI DKI Jakarta berkolaborasi dengan Perumda Pasar Jaya melalui segmen Kuliner Pasar Tradisional yang melibatkan enam pasar, yakni Pasar Santa, Pasar Mayestik, Pasar Baru, Pasar Koja, Pasar Jatinegara, dan Pasar Kramat Jati.
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan program digitalisasi pasar yang tengah dijalankan bersama Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabodetabek, serta industri perbankan. Program tersebut bertujuan memperluas pemanfaatan QRIS di pasar tradisional sehingga tercipta ekosistem perdagangan yang modern, inklusif, dan berdaya saing.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini juga cukup tinggi. Sebanyak 253 tim mendaftar untuk mengikuti kompetisi QRIS Jelajah Kuliner Indonesia Wilayah Jakarta, dan 10 tim terbaik terpilih sebagai finalis yang akan menjelajahi enam pasar tersebut selama empat hari.
Para finalis akan menghasilkan konten kreatif yang memperkenalkan kekayaan kuliner pasar tradisional sekaligus mengedukasi pedagang dan pengunjung mengenai penggunaan QRIS. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan literasi pembayaran digital sekaligus memperkuat citra pasar tradisional sebagai destinasi wisata kuliner yang modern dan terdigitalisasi. (Boy)
