Suara Karya

Seminar Wisuda UT Hadirkan Kisah Inspiratif, Dari Kiper Timnas hingga Doktor 61 Tahun

TANGSEL (Suara Karya): Pelaksanaan Seminar Wisuda Universitas Terbuka (UT) Tahun Akademik 2025/2026 Genap Wilayah 2 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Pondok Cabe, Tangerang Selatan, pada Senin (13/7/26) menghadirkan kisah inspiratif.

Dalam satu ruangan, mulai dari kiper Tim Nasional Futsal Indonesia, pejabat pemerintah daerah, anggota DPRD, guru, hingga calon wisudawan berusia lebih dari 61 tahun itu duduk berdampingan mengikuti rangkaian seminar jelang prosesi wisuda.

Momentum tersebut menjadi gambaran nyata wajah pendidikan tinggi yang semakin inklusif. Dan UT berhasil mempertemukan beragam profesi, generasi, dan latar belakang sosial dalam satu ruang pembelajaran yang sama.

Seminar Wisuda UT Wilayah 2 tahun ini diikuti sekitar 1.500 calon wisudawan dan wisudawati yang berasal dari 13 UT Daerah, yakni Pangkalpinang, Palembang, Bandar Lampung, Bogor, Yogyakarta, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, Tarakan, Denpasar, Mataram, Palu, dan Manado.

Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Muhammad Albagir, kiper Tim Nasional Futsal Indonesia yang sukses menyelesaikan pendidikan pada Program Studi (Prodi) Manajemen.

Di tengah padatnya jadwal latihan dan kompetisi internasional, Albagir mampu menuntaskan pendidikan tinggi melalui sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh yang diterapkan UT.

Tak kalah menarik, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bali, I Wayan Wiasthana Ika Putra, yang resmi meraih gelar Doktor Administrasi Publik dari UT.

Sejumlah anggota DPRD dari berbagai daerah di Indonesia juga turut diwisuda. Hal itu memperlihatkan, pendidikan tetap menjadi kebutuhan, bahkan bagi mereka yang telah menempati posisi strategis.

Kisah inspiratif lainnya datang dari I Nyoman Bontot yang berhasil menyandang gelar Doktor Ilmu Manajemen pada usia 61 tahun 6 bulan. Pencapaian itu menjadi bukti, bahwa pendidikan tinggi tak mengenal batas usia.

Keunikan seminar wisuda kali ini juga terlihat dari kehadiran tiga saudara kembar asal Palembang, yakni Nadila, Adila, dan Pebila. Ketiganya secara bersamaan menyelesaikan Program Magister Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) In Service dan menerima ijazah pada hari yang sama.

Sementara itu, predikat lulusan terbaik Wilayah 2 diraih oleh Rizka Liddiyawatie dari Program Magister Studi Lingkungan UT Pangkalpinang. Rizka berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00 dengan predikat cum laude.

Beragam kisah tersebut memperlihatkan fleksibilitas sistem pembelajaran Universitas Terbuka yang memungkinkan mahasiswa tetap menjalankan profesi masing-masing, tanpa meninggalkan kesempatan menempuh pendidikan tinggi.

Mengusung tema ‘Mencetak Generasi yang Inovatif, Berintegritas, dan Mendunia’, seminar wisuda tahun ini juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara UT dan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan.

Nota kesepahaman ditandatangani oleh Rektor UT, Prof Dr Ali Muktiyanto bersama Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Anshori, S.AP, MSi.

Kerja sama tersebut mencakup pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Terbuka serta UT Pangkalpinang.

Ruang lingkup kerja sama meliputi pelatihan literasi dan keterampilan digital bagi guru PAUD, SD, dan SMP, penelitian dan pengembangan kelembagaan melalui program Pembelajaran di Luar Program Studi (PELURU), bantuan pendidikan, magang mahasiswa, seminar bersama, pengembangan kurikulum, hingga pelaksanaan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia dan memperluas akses pendidikan tinggi di Bangka Selatan.

Seminar Wisuda Universitas Terbuka Tahun Akademik 2025/2026 Genap Wilayah 2 tidak sekadar agenda seremonial menjelang kelulusan.

Forum tersebut menunjukkan, bahwa pendidikan tinggi mampu menyatukan atlet nasional, pejabat publik, tenaga pendidik, dan masyarakat umum dalam satu tujuan yang sama: terus belajar dan memberikan kontribusi bagi bangsa. (Tri Wahyuni)

Related posts