Suara Karya

Tekan AKI, Kemenkes Gandeng KOICA dan UNFPA Luncurkan Proyek SPEED

​JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Korea International Cooperation Agency (KOICA) dan United Nations Population Fund (UNFPA) meluncurkan proyek SPEED (Strengthening Professional Education and Enhanced Policy Framework for Midwifery Development in Indonesia), di Jakarta, pada Kamis (9/7/26).

Proyek SPEED tersebut menargetkan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi di bawah 77 per 100.000 kelahiran hidup pada 2029.

Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes, Yuli Farianti menjelaskan, langkah strategis itu merupakan respons atas masih tingginya AKI di Indonesia. Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 mencatat, AKI sebesar 144 per 100.000 kelahiran hidup.

“Itu artinya, setiap 1-2 jam seorang ibu di Indonesia meninggal dunia akibat komplikasi kehamilan, persalinan, atau nifas,” ucap Yuli Farianti.

Melalui proyek SPEED, kualitas pendidikan kebidanan akan dirombak agar setiap persalinan ditangani oleh bidan yang sepenuhnya kompeten dalam menyelamatkan nyawa ibu dalam persalinan.

“Pemerintah menargetkan AKI menjadi kurang dari 77 per 100.000 kelahiran hidup per tahun pada 2029. Untuk mencapai target itu, penguatan kompetensi bidan menjadi sangat penting,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Yuli Farianti, investasi pada pendidikan bidan tidak bisa ditunda lagi. Bidan yang kompeten akan berkontribusi langsung dalam menurunkan AKI, sekaligus memperkuat sistem kesehatan Indonesia.

​Secara teknis, proyek SPEED akan mereformasi pendidikan pra-jabatan di 12 Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes, agar setara dengan standar International Confederation of Midwives (ICM).

Proyek juga membangun platform digital Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) untuk membekali 358.892 bidan di seluruh Indonesia dengan keahlian Penanganan Gawat Darurat Obstetri dan Bayi Baru Lahir (PONEK).

​Kepala Perwakilan UNFPA di Indonesia, Hassan Mohtashami menegaskan pentingnya langkah ini. “UNFPA dengan bangga mendukung Indonesia dalam perjalanan transformatif ini. Bidan adalah garda terdepan pelindung kesehatan ibu,” ucapnya.

Ditambahkan, lewat standarisasi pendidikan kebidanan dan menciptakan ekosistem digital yang permanen untuk pertumbuhan profesional, dipastikan setiap ibu menerima layanan yang aman dan berkualitas tinggi.

Hal senada disampaikan Country Director KOICA Indonesia Office, Kim Hyo Jin. Indonesia telah mencapai kemajuan yang signifikan dalam meningkatkan kesehatan ibu.

“Langkah berikutnya adalah memastikan setiap ibu memperoleh pelayanan kesehatan berkualitas oleh tenaga kesehatan yang terlatih dengan baik,” katanya.

Melalui proyek SPEED, KOICA bangga bermitra dengan Kementerian Kesehatan dan UNFPA untuk memperkuat sistem pendidikan kebidanan di Indonesia serta membangun fondasi yang berkelanjutan bagi kehamilan yang lebih aman, persalinan yang lebih selamat, dan masyarakat yang lebih sehat.

​Proyek SPEED akan berjalan hingga 2030 dengan menargetkan 8.280 mahasiswa serta instruktur kebidanan. Upaya itu diproyeksikan akan memberi dampak positif secara tidak langsung bagi kesejahteraan jutaan keluarga di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi. (Tri Wahyuni)

Related posts