Suara Karya

Lebih Efektif Obati Covid-19, Indonesia Dapat Donasi 24.096 Dosis Paxlovid

JAKARTA (Suara Karya): Indonesia mendapat donasi 24.096 obat antivirus oral bernama nirmatrelvir/ritonavir atau Paxlovid dari pemerintah Amerika dan Australia. Obat tersebut dinilai lebih efektif dalam mengobati pasien covid-19.

“Obat ini merupakan penemuan terbaru, setelah favipiravir dan molnupiravir. Paxlovid sudah ada di Instalasi Farmasi Pusat Kemkes,” kata Menteri Kesehatan (Menkes), Budi saat serah terima Paxlovid di Jakarta, Kamis (13/4/23).

Menkes menjelaskan, obat tersebut akan diberikan kepada pasien dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang, serta berpotensi menjadi berat. “Masyarakat kini tak perlu panik, karena obat covid-19 sudah tersedia di Indonesia,” ujarnya

Ditegaskan, penyediaan stok obat dalam negeri merupakan upaya pemerintah dalam menjamin masyarakat mudah mengakses obat.

Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemkes, L Rizka Andalusia mengatakan Paxlovid sudah dapat izin edar dari Badan POM Amerika dan sudah terbukti dari uji klinisnya.

Paxlovid, nantinya akan didistribusikan ke 34 provinsi. Pada tahap awal distribusi obat diprioritaskan ke daerah yang sangat membutuhkan.

“Paxlovid tidak diberikan kepada anak-anak, melainkan hanya orang dewasa dengan gejala ringan yang berpotensi menjadi berat,” ujarnya.

Teknis pemberian paxlovid, dijelaskan, satu ‘treatment course’ untuk 5 hari. Obat itu merupakan kombinasi dua obat atau dua antivirus yang diminum bersamaan.

“Obat diminum 1 kali sehari selama 5 hari. Jadi treatment berlangsung selama 5 hari,” katanya.

WHO Representative to Indonesia Dr N Paranietharan mengungkapkan, pasien covid-19 yang mengonsumsi paxlovid dapat mengurangi rawat inap dan risiko kematian hingga 89 persen.

“Jika kita jatuh sakit, Paxlovid akan mencegah kita berpindah dari gejala ringan ke penyakit parah. Ini pertama kalinya ada di Indonesia dan itu berhasil,” kata Paranietharan.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Y Kim memberi apresiasi kerja sama yang dilakukan Indonesia dalam mengakhiri pandemi covid-19. Pengiriman Paxlovid ini menunjukkan nilai kolaboratif yang baik.

“Indonesia dan Amerika Serikat bergabung untuk menggunakan obat-obatan yang baru dan dengan cepat meningkatkan sistem distribusi untuk bersama-sama menghadapi pandemi. Hal ini dapat membatasi penyebaran penyakit mematikan dan mengobati mereka yang terkena infeksi,” tutur Dubes Kim.

Dubes Australia untuk Indonesia Penny Williams PSM mengatakan antivirus Paxlovid secara signifikan mengurangi kemungkinan penyakit parah dan mengurangi rawat inap untuk pasien covid-19. Obat itu akan segera didistribusikan ke rumah sakit di seluruh Indonesia.

“Australia dan Indonesia tetap berkomitmen untuk bekerja sama dalam mengatasi masalah kesehatan yang luar biasa dan menghadapi tantangan yang timbul oleh pandemi covid-19 bersama-sama,” ungkap Penny Williams. (Tri Wahyuni)

Related posts