Suara Karya

Oktober 2026, Pulau Tunda Nikmati Aliran Listrik PLN 24 Jam

SERANG (Suara Karya) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menargetkan wilayah Pulau Tunda di Kabupaten Serang akan segera menikmati aliran listrik dari PT PLN (Persero) selama 24 jam penuh pada tahun 2026 ini.

Kehadiran listrik PLN ini sekaligus menjadi angin segar bagi sekitar 1.600 jiwa warga yang bermukim di wilayah utara perairan Teluk Banten tersebut.

Selama ini, warga di Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa tersebut sangat bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mandiri dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD/genset) berbahan bakar solar.

Bahkan akibat keterbatasan pasokan dan mahalnya harga solar, aliran listrik di pulau seluas 300 hektare itu sempat mengalami krisis dan hanya menyala enam jam per hari.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten, Ari James Faraddy menjelaskan, pembenahan sektor kelistrikan ini tengah dikebut untuk mengakhiri kesulitan warga terutama pelajar, yang kerap terganggu aktivitas belajarnya pada malam hari.

“Kami terus berjuang agar wilayah Pulau Tunda mendapat aliran listrik penuh dari PLN. Kasihan warga di sana, menurut laporan kerap mengalami kendala mati lampu secara tiba-tiba saat anak-anak sekolah sedang belajar pada malam hari,” ujar Ari di Serang, Kamis Juni 2026.

Untuk merealisasikan fasilitas kelistrikan tersebut, Ari menyebutkan bahwa tahapan saat ini tinggal menunggu kesiapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dalam menyiapkan lahan hibah.

Lahan ini disyaratkan oleh Kementerian ESDM dan PLN sebagai lokasi pembangunan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat.

Fasilitas baru yang diproyeksikan ini nantinya akan dilengkapi dengan panel surya, baterai lithium, dan ruang distribusi daya untuk menunjang operasional listrik selama 24 jam.

Selain upaya penerangan, pemerintah setempat juga tengah memperjuangkan berbagai bantuan kesejahteraan lain seperti peningkatan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat Pulau Tunda.

Sebagai informasi, untuk mencapai Pulau Tunda dari daratan Banten, masyarakat harus menyeberang menggunakan kapal kayu atau perahu nelayan dengan waktu tempuh sekitar dua hingga tiga jam perjalanan dari Pelabuhan Karangantu, Kota Serang. (Wisnu Bangun)

Related posts